Tulisan untuk Aruna dan Teman-Teman

Saturday, January 5th, 2019 - Keluarga

Saya menulis dan menyebarkan ini untuk Aruna dan teman-teman kecilnya di mana saja. Supaya kelak mereka membaca dan mengerti bahwa dunia ini indah dan berwarna; agar mereka bisa belajar menentukan sendiri apa yang terpenting dalam hidup masing-masing kelak. Jadi diri sendiri, jadi autentik, tidak asal ikut kerumunan, pun tidak mudah diprovokasi dan diracuni kebencian.

Ini film pendek (16 menit) yang bagus sekali dari sutradara Polandia, Krzysztof Kieslowski (Dia juga yang bikin Dekalog (1989)). Judulnya: Talking Heads/Gadajace glowy (1980). Bayi sampai manula ditanya tiga hal: 1) Kapan lahir?; 2) Siapa kamu?; 3) Apa yang terpenting dalam hidupmu?

Berikut jawaban berurutan dari yang bayi sampai manula.

– Saya anak kecil. Saya mau jadi mobil

– Saya Brunette yang jelek. Saya tidak mau sekolah dan nanti punya anak yang manis

– Saya tidak tahu persis siapa saya tapi saya suka baca buku. Saya mau pergi ke Amerika nanti

– Saya agak beda dari teman-teman saya. Saya mau Paus ke Polandia

– Saya gak siap untuk ambil keputusan penting. Tapi saya mau orang-orang memperlakukan sesama dengan respek yang tinggi. Saya mau lebih banyak cinta di masyarakat

– Saya agak egois. Banyak orang yang tidak suka saya. Padahal sebenarnya saya orang yang ramah. Saya mau ubah karakter saya. Saya mau punya musuh sedikit dan jadi orang yang lebih bahagia

– Kalau saya punya kemauan, saya akan kejar. Saya ingin orang berbuat sesuatu bagi orang lain ketimbang diri mereka sendiri. Saya mau orang memahami bahwa harta tidak akan bikin kita bahagia

– Saya yatim-piatu. Saya ingin semua orang punya masa kecil yang bahagia. Saya ingin semua orang punya masa kecil yang indah

– Saya orang yang santai. Saya jalani hidup dengan senyum…

– Saya sulit mencapai keinginan saya sendiri…

– Saya seorang pemimpi. Saya mau tinggal di luar kota dan hidup dekat dengan alam dan binatang

– Sebenarnya, saya bukan siapa-siapa. Tapi di masa depan, saya ingin menemukan arti kemanusiaan

– Saya dalam tahap hidup dimana saya mengambil lebih banyak dari apa yang saya beri. Saya ingin kemerdekaan dalam arti yang seluas-luasnya. Kemerdekaan yang bukan cuma menguntungkan mereka yang kuat 

– Saya mahasiswa. Saya tidak suka orang-orang saling serang, orang saling benci dan takut satu sama lain

– Saya singlemother dan kerja di klinik. Saya merasa dekat dengan orang-orang. Suatu hari nanti saya ingin menyelamatkan nyawa orang

– Saya insinyur muda baru lulus universitas yang masih punya standar moralitas yang tinggi dan etika kerja. Saya mau terus seperti ini ke depannya

– Saya supir dan saya ingin orang Polandia bekerja lebih baik

– Saya pendaki gunung. Kamu gak bisa lihat siapa orang itu dari sini. Kamu hanya bisa lihat itu dari gunung yang tinggi. Bagi saya penting untuk hidup penuh keberanian

– Sejujurnya, saya tidaklah berbeda dengan orang pada umumnya. Saya cuma ingin orang tidak saling takut satu sama lain

– Saya seorang teknisi listrik dan saya puas kerja begini. Saya ingin orang jangan saling mengganggu. Itu filosofi saya

– Saya seorang yang realistis. Saya ingin keluarga saya hidup aman dan cukup

– Saya guru sejarah. Yang terpenting bagi saya adalah orang jadi tuan bagi nasibnya sendiri dan menikmati kebebasan memilih…

– Saya Katolik. Saya ingin punya rumah sendiri. Tempat sendiri untuk hidup

– Saya seorang humanis. Saya ingin demokrasi dan toleransi dipraktikkan bukan cuma dibicarakan

– Saya pimpinan organisasi pemuda. Suatu hari nanti saya ingin jadi aktivis ekonomi yang bekerja sama dengan kampus tempat saya kuliah sekarang

– Saya sepertinya orang yang keinginannya sama dengan orang-orang umumnya. Mungkin itu bagus, tapi rasanya ada yang hilang. Saya ingin melakukan perubahan 

– Saya wanita karier, tapi yang lebih penting lagi, saya punya dua anak. Yang paling mengganggu saya adalah nepotisme dan oportunisme. 

– Saya ahli biologi, seorang ayah, dan buruh. Saya pikir yang terpenting adalah orang memainkan peranannya secara utuh dalam hidup ini

– Saya punya dua anak dan menulis novel. Apa yang paling saya takutkan? Kemampuan menulis adalah akar demokrasi. Saya takut langkanya debat sosial yang sesungguhnya, dan menurunnya jumlah terbitan buku akan menurunkan kualitas demokrasi

– Saya buruh pabrik. Saya ingin orang lebih jujur dan nanti akan ada keadilan yang lebih baik

– Sejak berhenti jadi akademisi dan sekarang jadi supir taksi, saya merasa jauh lebih bebas. Tapi saya juga memahami bahwa kebebasan pribadi saja tidaklah cukup untuk mencapai kebebasan yang sebenar-benarnya. Orang harus hidup dalam demokrasi dan merasa aman

– Saya ahli kimia, tapi sekarang saya lagi mabok. Apa yang saya mau? Hmmm. Gak ada. Semuanya sudah pas saat ini.

– Siapa saya? Hmmm. Itu pertanyaan yang sulit sebab kita semua hidup dalam begitu banyak harapan yang tidak bisa kita tentukan satu saja. Tapi saya sangat jelas tentang apa yang saya inginkan. Saya ingin hidup yang nyata, apa adanya, bukan fiksi

– Saya ahli sosiologi dan seorang Varsovian. Saya punya rasa tanggung jawab yang tinggi dan sedikit selera humor. Secara pribadi saya ingin keluarga dan teman-teman saya sehat. Lebih luas lagi, saya ingin orang Polandia dan seluruh dunia jauh dari kesengsaraan dan penyiksaan.

– Saya punya dua misteri. Misteri pertama adalah misteri kehidupan manusia. Kedua, agama, pertanyaan tentang keyakinan dan iman kepada Tuhan. Apa yang membuat saya bahagia adalah kenyataan bahwa saya bisa membantu orang lain lebih baik lagi dan lebih membahagiakan. Apa yang saya inginkan? Mungkin ini mengacu pada apa yang disebut persatuan kaum proletar. Saya ingin semua orang baik bersatu dan bukannya saling berseberangan, bersatu dalam kebaikan

– Saya selalu mencoba jujur, menghindari berbohong, dan tidak bermuka dua. Apa yang saya inginkan? Saya ingin orang belajar saling menghargai 

– Saya orang yang selalu memberi. Saya bekerja sekeras batas kemampuan dan kesehatan saya. Sekarang lagi ada lomba bikin monumen Juliusz Slowacki, dan saya mau bikin proposal yang bagus ke sana

– Saya hidup untuk masa lalu. Terutama masa sebelum perang, masa perang, dan masa setelah perang…

– Saya seorang humanis, juga akademisi. Saya percaya apa yang terpenting dalam hidup adalah hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, dan martabat manusia. Apa yang paling saya inginkan adalah kedamaian seluruh dunia dan diri saya sendiri 

– Saya jadi janda sudah dua minggu ini. Janda almarhum Stanislaw. Itu saja. Apa yang saya mau? Saya gak mau apa-apa

– Saya berusia 100 tahun. Apa yang saya mau? Saya mau hidup lebih lama lagi. Hidup lebih lama lagi!

Indah sekali. Jangan sampai gara-gara pemilu, anak-anak Indonesia jadi seragam dan sempit mimpinya, jadi ikutan yang dewasa berkata: saya pendukung capres ini. Saya ingin capres saya menang dan si itu mampus kalah.

Selamat berakhir pekan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Tulisan untuk Aruna dan Teman-Teman | Agustinus Edy Kristianto | 4.5