Permainan Cantik Reuni 212 (Seharusnya)

Wednesday, December 5th, 2018 - Bisnis Media, Opini Publik

Kalau saya sudah tebak, Kompas pajang berita reuni 212 di halaman Umum (hal. 15). Reuni Berlangsung Damai. Menurut saya ini bukan halaman untuk berita ecek-ecek.

Tak ada “212” di judul berita. Di lead berita disebut “bagaikan lautan manusia”. Di ujung-ujung berita ada kalimat “Reuni 212 juga tidak membuat kawasan Monas menjadi kotor…sukarelawan dari panitia reuni juga membantu kerja aparat…” Berita ditutup dengan kalimat “kesadaran peserta reuni untuk menjaga kebersihan sangat baik”.

Sebanyak 7 wartawan Kompas berkontribusi untuk naskah itu. Berita terkait dan foto-foto diarahkan ke Kompas versi online. Itulah kebijakan redaksi Kompas sebagai pers. Hormati saja.

Yang heboh sekarang kan pertanyaan, kenapa tidak di Headline halaman 1 dan ada foto lautan manusia di Monas? Saya tidak mau mengusik kebijakan redaksi Kompas. Mengalir saja.

Mungkin ini masalah siasat belaka. Kalau jeli dari mula membaca arah kebijakan redaksi, permainan bisa cantik: pasang iklan jaket, pesan space dari jauh-jauh hari. Cara ini pernah dipakai oleh Pelindo di Kompas dan Bisnis Indonesia beberapa waktu lalu.

Kalau yang ingin ditonjolkan pesannya adalah melalui visual (lautan manusia), perlu cerdik sedikit. Reuni berlangsung tanggal 2, koran terbit tanggal 3. Kita sudah baca bahwa Kompas kecil kemungkinan pasang foto headline. Pasang iklan foto untuk tayang tanggal 4, basi. Jadi? 

Pakai foto dokumentasi tahun 2016 (yang bagus dan resolusinya oke). Kan katanya spiritnya sama. Jadi foto aksi 212 tahun 2016, kalimatnya, misalnya, Bersama Umat Melawan Ketidakadilan. 

Cara ini tidak melanggar aturan tentang iklan dalam UU Pers karena tidak merendahkan martabat agama tertentu, mengganggu kerukunan antarumat beragama, dan tidak bertentangan dengan kesusilaan (Pasal 13).

Jadi tampilan tanggal 3 adalah Headline dan foto 212 tahun 2016 (iklan jaket) dan berita halaman 15 tadi. Cakep. Kasarnya: orang tidak akan terlalu ngeh juga itu 2016 atau 2018. Karena secara efek lautan manusia putihnya sama, Monas juga tidak berubah selama 2 tahun terakhir tetap di situ juga, gedung-gedung sekitar juga sama.

Biayanya? Yah kalau hitungan 3700-an mmk begitu kira-kira Rp700 jutaan. Tambah 20% untuk biaya permintaan khusus dan Ppn 10%. 

Nah, kalau permintaan iklan itu ditolak padahal tidak bertentangan dengan UU, baru janggal tuh.

Ini tulisan sekadarnya saja, tidak usah dianggap terlalu serius. Piss hehe.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Permainan Cantik Reuni 212 (Seharusnya) | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: