#CrazyRichSurabayan, Apa Masalahnya?

Wednesday, November 28th, 2018 - Opini Publik

“Kita ini pengusaha, fakta kita itu (keturunan) minoritas, tahu diri lah. Jangan memperlebar jurang kemiskinan dan kekayaan. Sekarang pemerintah sedang berjuang mengurangi kemiskinan, kok Anda malah mempertajam perbedaan ini. Mbok tahu diri, tahu diri itu kita sudah dilindungi hukum diskriminasi. Tapi yang bisa melindungi kita itu bukan hukumnya, tapi perilaku kita yang bisa melindungi kita.” (Dato Sri Tahir). Berita selengkapnya di sini.

Itu kata salah satu taipan tentang gaya hidup mewah si keluarga bos kelapa sawit. Jangan kita masuk ke soal minoritasnya, fokus pada cara orang kaya itu kumpulkan harta. Sah atau tidak!

Mana pemerintah, DPR, penegak hukum? Beritanya, diduga, izin 80 ribu hektare kebunnya bermasalah. Tidak ber-AMDAL (pidana). Tetek bengek pajak gelap. Merambah hutan lindung, areal konservasi dan suaka alam, taman nasional, serta hutan produksi. HGU entahlah.

Sudahlah. Tidak zamannya lagi bergaya mewah-mewah. Apa adanya saja. Negara ini lagi mencari keadilan yang sebenarnya: yang kaya harus dipertanyakan perolehan hartanya! Bukan justru disanjung-sanjung. Termasuk pejabat dan tokoh masyarakat. Bagaimana gaya hidupnya? Darimana hartanya? Sah atau tidak? Korupsi atau tidak?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

#CrazyRichSurabayan, Apa Masalahnya? | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: