PSSI, Kartel, #EdyOut

Sunday, November 25th, 2018 - Opini Publik

Teriak #EdyOut sampai jontor juga sulit terwujud kalau makhluk peserta Kongres PSSI tidak siuman dari ilusi hidup.

Ada 106 pemilik hak suara yang terdiri dari  18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, delapan klub Liga 4, 34 asprov, asosiasi futsal, sepak bola putri, pelatih dan wasit. Membubarkan PSSI pun mereka bisa sebetulnya. Apalagi cuma memberhentikan seorang ketua umum yang tanpa prestasi, selain piawai ngedok layaknya ikan cupang itu. Remeh sebenarnya. Apalagi masyarakat banyak yang mendukung.

Tapi, begitulah PSSI. “Barang” ini sebenarnya semacam orang mengontrak di rumah milik kita, yang kita perbolehkan pakai marga kita. Lantas, ketika kita ingin mengusir dia keluar karena tidak bayar atau karena kelakuannya yang memuakkan, dia justru lebih galak dan minta kita melampirkan persetujuan ketua-ketua RW sekelurahan sebelum pengusiran bisa dilakukan.

Kalau mau bergerak rapi, serentakkan unjuk rasa dan tekanan ke kantor-kantor/basis 106 peserta Kongres yang punya hak suara itu di seluruh Indonesia mulai sekarang, supaya berani teriak #EdyOut juga. Meskipun bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan juga, karena situasinya mungkin sudah seperti “kartel”, mereka sama-sama saling melindungi kepentingan “bersama” yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

PSSI, Kartel, #EdyOut | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: