Jangan Remehkan Tips Pemandu Lagu

Saturday, November 24th, 2018 - Opini Publik

Membaca berita ini dan ada saja orang di luar sana yang menganggap remeh soal tips. “Pembunuhan cuma gara-gara tips,” ucapan remehnya begitu. Tekanan pada kata “cuma”. Berita selengkapnya di sini.

Mungkin banyak sahihnya kata Atticus Finch, pengacara di film To Kill a Mockingbird: kita tidak pernah bisa sepenuhnya memahami orang kalau tidak melihat sesuatu dari sudut pandangnya, masuk ke pori-pori kulitnya dan berjalan-jalan di dalamnya, serta menjalani hidup dengan cara yang dia lalui.

Dari sudut pandang saya yang ‘awam’ masalah-masalah PL semacam ini, setidaknya bisa saya tarik dugaan bahwa persoalan tips adalah soal ‘hidup-mati’ bagi saudara-saudara kita yang bekerja sebagai PL. Beda 100-200 ribu bisa jadi petaka lapangan.

Jika membaca nominalnya yang Rp1,8 juta, tentu ini angka yang cukup besar bagi PL yang berstatus FL. Nominal yang lebih besar dari tips terapis atau layanan STP di room. Kemungkinan besar ini adalah BO. 

Masuk akal juga kalau polisi dalam penyidikan meminta keterangan dari pemberi tips untuk memastikan jenis jasa dan transaksinya.

Hidup ini memang tidak mudah. Bagi kalangan yang juga ‘awam’ seperti saya, mari kita comot pelajaran dari sini.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Jangan Remehkan Tips Pemandu Lagu | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: