Kekayaan Ibu Bupati yang Keterlaluan

Wednesday, October 17th, 2018 - Opini Publik

Si ibu bupati B itu kekayaan bersihnya Rp73,4 miliar per 5 Juli 2018. Punya 143 bidang tanah di Bekasi, Karawang, Purwakarta. Utang dia tercatat cuma Rp1,6 miliar.

Dia ditangkap KPK diduga disuap yang menurut komitmen Rp13 miliar  dari pengembang superblok di Cikarang.

Kita tidak perlu repot. Mau dipanggil akuntan dari bulan sekalipun, tidak akan mashooook itu penghasilan gaji dan tunjangan sebagai bupati dibandingkan dengan kekayaannya. Mau dibilang dia kaya dari bisnis/usaha, naif banget. Kalau dia bukan pejabat ya tidak ada bisnis. Bisnisnya ya bisnis pengaruh jabatan itulah. Mau dibilang dia kaya karena warisan, harus dibuktikan juga. Dibuktikan apa jalur keturunannya korupsi juga apa gak, maksudnya.

Coba dipikir. Ada beda mendasar antara bertahan hidup dan bertahan kaya. Ada beda mencolok antara cari uang dan cari kaya. Karyawan, PNS dan orang-orang bergaji pada umumnya adalah mencari duit untuk bertahan hidup (kebutuhan hidup dan bayar cicilan utamanya); koruptor itu mencari kaya dan bertahan kaya. 

Anda mau keluar dari lingkaran setan mencari duit dan bertahan hidup? Perlu lompatan. Sebab ada gurauan yang perlu diperhatikan: jangan mau berbisnis sama orang miskin: miskin uang, miskin waktu, miskin reputasi. Gurauan ini nyata dan beredar luas.

Model-model seperti bupati itu disukai lembaga keuangan dan rekanan. 1) punya gaji rutin dan pensiun; 2) punya agunan. Karena disukai, makin banyaklah uang dia. Makin punya modal. Siapa pegang modal, dia pegang kekuatan. Dia makin kaya!

Saya antikorupsi dan setuju semua pejabat korup ditangkapi. Bukan karena saya ini mau dianggap suci atau pahlawan, pun bukan supaya saya dapat duit dari donor, atau supaya tenar di media. Bukan itu. Alasannya adalah supaya koruptor-koruptor tengik itu tidak menghalangi jalan orang-orang biasa seperti kita untuk naik mencapai kesuksesan dan kesejahteraan yang maksimal dengan kesempatan yang sama. Supaya modal-modal yang seharusnya bisa disalurkan merata untuk yang tekun bekerja itu tidak dimakan oleh si tengik macam mereka.

Kalau hendak objektif dan adil. Dengan gaji dan tunjangan pejabat sekelas bupati, dikurangi kebutuhan hidup, potongan partai, dll, jika tidak korupsi dan dagang pengaruh, mereka layaknya adalah hidup dalam rumah seluas 100 meteran dengan kendaraan sekelas Avanza atau Jazz second berstatus cicilan leasing.

Yah, kalau dia jago Youtube dan punya jutaan subscriber bolehlah ada tambahan dari Ad Sense sedikit buat pelunasan dipercepat.

Tapi tetap saja gak ada itu cerita Rp73,4 miliar!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Kekayaan Ibu Bupati yang Keterlaluan | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: