Siasat, Petaka, Primata dalam Politik

Friday, October 12th, 2018 - Opini Publik

Mulai terjadi peningkatan tensi. Fase perang udara perlahan mengarah ke daratan. Isu di medsos/pers menggelinding. Deklarasi dukung-mendukung marak. Juga teriak-teriak.

Politik butuh visual. Kekuasaan butuh gambar. Dominasi butuh parade. Panji-panji, simbol-simbol harus dinyatakan. Pendulum akan bergerak. Fase adu data akan berganti adu rasa. Data yang tak mengundang emosi bisa jadi percuma dalam politik. Emosi, perasaan, gelora adalah penggerak massa. Sekarang saatnya politik menagih lebih banyak lagi ongkos dan biaya.

Ingat: siasat tanpa uang adalah petaka. Uang tanpa siasat adalah gila. Tanpa uang, tanpa siasat adalah primata!

Saya prediksi, 1-2 bulan lagi jalanan akan ramai. Karena emosi makin kental. Kedua kubu menuju fase itu. Mau tidak mau.

Bisa parade karena cinta yang penuh terhadap idola, bisa parade karena keyakinan/spiritualitas yang mengental, bisa parade karena sejarah dan rasa sakit hati yang sama. Bisa apa saja. 

Kita nikmati saja dengan gembira. Ternyata panjang dan melelahkan juga perjalanan makhluk bernama kotak dan suara.

Tetap sehat dan waras saudara semua.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Siasat, Petaka, Primata dalam Politik | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: