Polisi atau Ratna Sarumpaet yang Bohong?

Wednesday, October 3rd, 2018 - Opini Publik

Tidak mungkin dua-duanya benar. Pasti hanya ada satu yang benar. Versi polisi atau versi RS dkk. 

Versi RS dkk bikin saya bergidik. Bagaimana bisa terjadi? Mengerikan sekali! Seorang perempuan berusia 70 tahun, dikeroyok 2-3 laki-laki, di dalam mobil taksi setelah diberhentikan orang tak dikenal, sepulang acara konferensi internasional, bersama dua kawan dari negara asing, di sekitar bandara Husein Sastranegara di kawasan kelolaan militer AU (di kawasan militer saja kita bisa dikeroyok), tertatih-tatih mencari rumah sakit di Cimahi, bersusah payah menghubungi dokter bedah; trauma, diancam, ketakutan dari peristiwa 21 September hingga baru muncul kabar 1 Oktober; ini biadab, ini perilaku bajingan, polisi harus segera menangkap pelaku…

Versi polisi sudah beredar. Laporan hasil penyelidikan. Penyelidikan artinya mencari peristiwa pidana. Hasilnya: tidak ada pengeroyokan. Tidak ada konferensi negara asing di Jabar pada 21 September 2018. Tidak ada pasien atas nama RS di 23 rumah sakit di Cimahi dan sekitarnya. Tidak ada saksi di sekitar bandara yang bilang ada pengeroyokan; data call record ponsel RS 20-24 Sep aktif di Jakarta. Data perbankan menunjukkan 20-24 Sept terdapat transaksi debet total Rp90 juta di RS Bedah Bina Estetika Menteng lewat rek BCA atas nama RS. Data register RS Bina Estetika mencatat RS dirawat 21-24 Sep dalam rangka operasi plastik, masuk Jumat (21/9) jam 17.00 WIB. Data CCTV Bina Estetika, RS keluar rumah sakit Senin (24/9) jam 21.28 WIB naik taksi Blue Bird.

Lihat! Dua versi yang sangat berbeda. Ayo kita buktikan nanti, siapa yang membohongi kita semua: polisi atau RS dkk? Jika polisi bohong, Kapolri harus dicopot segera. Jika RS dkk bohong ada ancaman maksimal 3 penjara (UU 1/1946) dan 6 tahun penjara (UU ITE) untuk pelaku berita bohong, siapa pun dia.

Tidak perlu jadi cebong atau kampret buat menilai suatu kebenaran. Benar ya benar. Salah ya salah. Sederhana.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Polisi atau Ratna Sarumpaet yang Bohong? | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: