Belajar dari Memburu Misteri

Tuesday, October 2nd, 2018 - Keluarga

Saya baru nonton Memburu Misteri. Tentang siapa perempuan berkerudung yang sering dilihat warga menampakkan diri di Gedung Biru Kalimalang, Bekasi, itu. Ternyata namanya Mulyati. Korban pembunuhan oleh dua lelaki pada 1959. Jasadnya dibuang ke tempat sampah. Dua lelaki itu adalah anak dari lelaki yang hendak dinikahi oleh Mulyati. Karena harta. Satu dari dua lelaki, yang tertua, ternyata jatuh hati padanya. 

Hampir semua episode Memburu Misteri saya lihat dari streaming/Youtube. Di gedung bekas diskotik di Cibogo, ada perempuan hamil korban perampokan yang diperkosa dan dibunuh tahun 1970-an. Di Sawangan, Cijeruk, Cipayung, Tangerang, ada kisah serupa. Di Paledang, korban kecelakaan kereta api bernama Burhan muncul dan menangis. Katanya, kecelakaan itu tidak seharusnya terjadi. Mungkin ada human error waktu itu. Ada juga korban tentara Jepang, Belanda, yang disiksa, dibuang. Di Goa Rumpin, banyak petapa, yang berpesan: belajar ikhlas, eling. Ada juga gedung bekas food court yang isinya ternyata bekas-bekas “pemanis” supaya makanan laku. Semacam pesugihan, mungkin. Di Jeruk Purut Jaksel, masih banyak orang tolol dari mana-mana yang minta kaya, naik pangkat, uji nyali, sakti.

100% saya percaya ada dunia selain dunia kita ini. Di Kiara Payung, saya pernah melihat dan mengalami sendiri. Anak-anak Ilmu Pemerintahan Unpad pasti tahu kisahnya itu. Pengalaman menemani ibu saya sendiri menjemput ajal, menguatkan keyakinan saya akan hidup setelah mati.

Polisi bahkan kerap menggunakan metode yang sama dengan Memburu Misteri, buat mengungkap kasus-kasus pembunuhan yang sudah mentok bukti dan petunjuknya. Pelaku justru terkuak dari cara itu.

Tayangan ini bagus karena tak serta merta asal usir roh dan sok agamis. Ini soal lika-liku dan romantika kehidupan: karma, dendam, sakit hati, persaingan, cinta yang tak berbalas…

Kita bisa belajar. Kejahatan, kekejaman, kekejian itu dirancang di dunia ini. Manusia yang melakukannya. Perempuan dan anak-anak sebagian besar adalah korbannya. 

Semoga bisa jadi renungan kita.

Terserah orang mau bilang saya percaya takhayul atau endorser program dimaksud…

#bukanstatuspolitik

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Belajar dari Memburu Misteri | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: