Proyek Pemilu Bayar di Depan

Friday, September 7th, 2018 - Bisnis Media, Opini Publik

Aneka rupa cara istri menyayangi suami sebelum berangkat kerja. Ada yang cium tangan (ini bukan cara saya banget), ada yang cium pipi/kening (bukan cara saya juga), ada pula yang tempel tangan ke pipi, semacam cara LC karaoke (apalagi ini ?).

Bebas. Cara apapun silakan. Tidak ada unsur dosa di situ.

Tapi, apapun itu ungkapan sayangnya, pada musim dolar ngamuk dan mekarnya proyek-proyek jelang pemilu seperti sekarang ini —- entah itu suami mungkin dapat order cetak muke politisi, masangin bendera partai, niban stiker dan tambahin kumis-kumisan di foto lawan; buzzer medsos spesialisasi tagar; panglima pengaturan saksi; pelobi logistik; konsultan itung-itung; pakar pemetaan pikiran konstituen; penulis bayangan dan/atau komposer lead berita; EO pelatihan penulisan 140 karakter yang tajam bin nyelekit; pengaturan kue iklan plus pembagian komisi; perancang kegiatan amal dan baksos; penggalangan massa dan narasumber; telik sandi rekam jejak orang; LO press tour; ahli entertain dan poto-poto; editor wikipedia, corat-coret dan utak-atik google images; pemerhati form C-1; tim advokasi gugatan pemilu bidang pencarian celah pasal/ayat; atau sekadar bawain sisir dan tas politisi —- hendaknya istri senantiasa mengingatkan suami:

“Pih, jangan lupa duitnya di depan. Menang aja bisa gak dibayar, apalagi kalah!”

Begitulah seharusnya sosok istri yang cerdas; eksotik; punya sikap; tegas, bukan asal galak; tahu darimana berasal, sekarang di mana, dan nanti mau ke mana; sayang suami (dipastikan pantang bongkar WA suami); pun jika Tuhan berkenan, dapat bonus masuk surga. 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Proyek Pemilu Bayar di Depan | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: