Pak Coes, Pramoedya Ananta Toer

Saturday, June 2nd, 2018 - Opini Publik

Ada berita ini. Adik Pramoedya Ananta Toer (Moek), penulis yang paling saya kagumi. Menurut memoarnya, Pak Coes ikut hidup susah di Kebon Jahe Kober. Ditampar oleh Pramoedya Ananta Toer dan dibelikan soto dan limun sebagai bentuk permintaan maaf. Mendapat persen sepuluh rupiah karena jadi mata-mata ketika Pramoedya Ananta Toer menemui “seseorang” di Jalan Tarakan. “Meneliti” siapa Sri Panular, pacar Pramoedya Ananta Toer.

Pramoedya Ananta Toer dan keluarganya adalah orang hebat. Punya prinsip kuat. Dijalankan. Berkarya. 

Negara seharusnya peduli terhadap tokoh besar semacam Pramoedya Ananta Toer. Cara sederhana adalah menyelesaikan perkara tanah STN 1/Sekolah Boedi Oetomo, secara adil. Berkontribusi pada bagaimana upaya supaya mendapat Nobel. Serta membantu penerbitan naskah-naskah berharga (ensiklopedia, terjemahan sastra, catatan-catatan) yang masih banyak tertunda.

Khusus untuk yang mau memfilmkan Bumi Manusia, agar jangan asal-asalan membuat dan membayarkan royalti secara patut dan konkret untuk ahli waris dan keluarga.

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4049570/soesilo-toer-doktor-yang-kini-memulung-sampah-di-blora

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Pak Coes, Pramoedya Ananta Toer | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: