Sama-Sama Memohon Rezeki

Tuesday, May 29th, 2018 - Opini Publik

Orang Katolik berdoa: “Berilah kami rezeki pada hari ini.” Itu penggalan doa Bapa Kami versi terjemahan Gereja Katolik. Diterjemahkan dari Bahasa Latin: “Panem nostrum quotidianum da nobis hodle.” “Roti kami sehari-hari, berilah kami hari ini.”Roti” diterjemahkan menjadi “rezeki” dengan meminjam istilah Bahasa Arab: “rizqi.” Supaya bermakna lebih luas menjadi makanan lain selain roti yang merupakan makanan pokok orang Yahudi. (imankatolik.or.id).

Rizqi” artinya “rezeki”, “pencaharian” (Kamus Arab Indonesia, Abdullah bin Nuh dan Oemar Bakri). Dawam Rahardjo, Ensiklopedi Alquran, mengartikan “penghasilan, keuntungan, kebutuhan, penghidupan, hak milik, laba, akumulasi modal.” Kata “rizqi dan segala variasi beserta turunannya diulang 133 kali dalam Alquran (saya baca versi terjemahan Depag, 1989).

Orang Buddha percaya, “Rezeki pasti datang.” Mengutip YMS Buddha Gaotama. Rezeki adalah hasil dari perbuatan baik (Kusala-Kamma) yang dilakukan oleh seseorang. Seseorang adalah ahli waris dari perbuatannya. 

Kalau dipikir-pikir, hidup itu memang indah. Semua terjadi atas kemurahan Yang Maha Kuasa, apapun persepsi dan keyakinan kita tentang Dia itu. Berdoa memohon rezeki. Bekerja mencari rezeki. Bersyukur karena mendapat rezeki.

Selamat Hari Raya Waisak. 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Sama-Sama Memohon Rezeki | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: