Soal Jokowi Kebobolan JKT48

Thursday, May 17th, 2018 - Opini Publik

Saya merasa perlu mengkritik administrasi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kebobolan soal tweet JKT48. Itu persoalan yang tidak bisa dianggap remeh karena sangat berpotensi memperkuat persepsi sebagian kalangan bahwa pemerintahan Jokowi lemah. Lemahnya pemerintah adalah prasyarat paling utama bagi kelompok-kelompok pendukung teror untuk menaikkan level perjuangan mereka.

Saya kutip kalimat dari buku manual ISIS berjudul The Management of Savagery (2007) karangan ideolog ISIS Abu Bakr Naji:

“Lebih baik memiliki 5000 staf yang loyal ketimbang 20 ribu staf yang mudah disusupi musuh…”

Ingat bahwa kelompok yang akan mengganti NKRI adalah kelompok yang sangat sabar menanti kecerobohan pemerintah. Battle of Patience. Kemenangan adalah persoalan siapa pihak yang lebih bersabar satu jam saja, begitu yang saya kutip juga dari buku tersebut.

Kondisi yang chaos akibat dari pemerintahan yang lemah, tidak tersedianya pangan dan kesehatan yang cukup bagi rakyat, buruknya kondisi ekonomi makro, kegagalan pemerintah mengelola politik informasi di media massa dan media sosial, terpecahnya militer, dan tidak berkembangnya sains yang berbasis Islam adalah beberapa sasaran penting bagi gerakan terorisme.

Membebastugaskan admin Twitter yang mencuit JKT 48 di akun Jokowi tidaklah cukup. Pemerintah harus memastikan semua lini informasi tidak disusupi. Kegagalan mengelola informasi pemerintah adalah kemenangan bagi propaganda lawan.

Jangan sampai lagi terjadi penyusupan yang semacam ini. Rakyat menginginkan pemerintah yang kuat dan melindungi segenap bangsa ini.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Soal Jokowi Kebobolan JKT48 | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: