Kronologi dan Opini tentang Bom Surabaya

Monday, May 14th, 2018 - Opini Publik

7 Februari 2012:
Ibu itu membuka dengan dagangan online Jintan Hitam yang konon ampuh buat pengobatan kanker, liver, diabetes…

7 Oktober 2014:
Posting terakhir di Facebook tentang emak kucing dan anak kucing dalam satu kandang yang tidak berebut makanan.

Selama kurun waktu itu, kehidupan terlihat wajar: foto anak-anak. Piknik ke hutan Mangrove. Memancing. Melihat laut. Jualan minyak kemiri anti kebotakan dan ketombe. Main game Dragon City. Arisan.

Tanpa ada satu pun gambar sang suami.

Itu jejak digital. Bisa disimak siapa pun. Sampai saya tulis pada detik ini.

KISAH LAIN

6 Agustus 2013:
Saya — dan beberapa wartawan/redaksi media — menerima siaran pers atas nama Ust. Abu Bakar Ba’asyir yang tertulis dari LP Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan. Judulnya tidak saya buka di sini, karena menyangkut penyebutan salah satu kelompok politik. Pengirim: JAMA’AH ANSHARUT TAUHID (JAT). IMAROH MARKAZIYYAH.

“Wahai saudara-saudara sekalian, maka saya bermaksud mengajak kalian tinggalkanlah cara berjuang menegakkan Islam dengan sistem syirik demokrasi (partai, MPR/DPR) dan kembalilah mengamalkan sistem tauhid (dakwah dan jihad). Dan Bismillah melangkahlah kalian jangan ragu-ragu,” begitu salah satu kutipannya.

10 Maret 2014:
Saya terima lagi email berisi siaran media berjudul: Seruan Kepada Mujahidin Di Bumi Syam.
Dari: Al Faqir Ilalloh Abu Bakar Ba’asyir (Amir JAT Indonesia). Kepada: Ikhwan Mujahidin Syam.

“Beriltizamlah kepada syariat Islam. Jauhilah maksiat sekecil apapun. Sebab, sebagai mana khalifah Umar bin Khattab pernah menyampaikan kemaksiatan, sekecil apapun, adalah penyebab kekalahan kita,” begitu salah satu kutipannya.

4 Juni 2014:
Saya terima email atas nama pengirim JAT. Judulnya: Sikap Ustadz. Abu Bakar Ba’asyir Terkait Fitnah Terhadap Jamaah Ansharut Tauhid.

Saya kutipkan poin per poin:

1. Bersimpati dengan ISIS tapi tidak sembrono dalam memberikan sikap sehingga harus di teliti terlebih dahulu apakah ISIS ini sudah sesuai syar’i menjadi sebuah Daulah atau belum.

2. Kita mendukung ISIS dan Jabhah Nushroh (JN) dan berusaha untuk mendamaikan keduanya.

3. Status seseorang yang tidak berbai’ah kepada Daulah tidak menjadi kafir selama masih ada wala’ terhadap Daulah dan berbaro’ dengan pemerintah kafir.

4. Penyebutan kafir muayyan/kafir ta’yin hanya berlaku apabila sudah ada penyebutan nama orang tertentu, kalau masih belum maka sifatnya masih kafir ‘aam.

5. Pemahaman saya (Ustadz. Abu) mengenai masalah demokrasi dan kekafiran ansharut thaghut sama dengan Majelis Syariah JAT.

6. Fitnah yang menimpa para Assatidz di JAT dan Qiyadah JAT yang di anggap berbeda dengan saya (Ustadz. Abu) adalah permainan thaghut dan ansharut thaghut.

11 Agustus 2014:
Saya terima email siaran media tentang Pembentukan Jama’ah Anharusy Syari’ah dan Pernyataan Sikap Jama’ah Ansharusy Syari’ah Seputar Deklarasi Khilafah oleh ISIS. Pengirim: Amir Jamaah Ustadz. Muhammad Achwan dan Katibul ‘Aam Ustadz. FirmanTaufikuroman. Terlampir foto-foto.

“Menolak keabsahan Khilafah yang dideklarasikan oleh Islamic State of Iraq dan Syam (ISIS) dan menghimbau kepada kaum muslimin agar tidak terburu-buru berbaiat kepada Khalifah yang di angkat menjadi pemimpin dalam khilafah tersebut,” begitu kutipannya.

SEMENTARA ITU.

13 November 2015:
Bom Paris

14 Januari 2016:
Bom Sarinah

14 November 2016:
Bom Samarinda

10 Januari 2017:
Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan rilis yang menyatakan Jamaah Ansharut Daulah sebagai Foreign Terrorist Organization (FTO) dan Specially Designated Global Terrorist (SDGT).

“JAD is a terrorist group based in Indonesia that was formed in 2015 and is composed of almost two dozen Indonesian extremist groups that pledged allegiance to ISIL leader Abu Bakr al-Baghdadi.”

24 Mei 2017:
Bom Kampung Melayu

9-10 Mei 2018:
Kerusuhan Rutan Salemba di Mako Brimob

13 Mei 2018:
Bom gereja Surabaya, yang salah satu terduga pelakunya adalah ibu yang saya ceritakan di awal tadi, bersama dua putrinya, yang tewas akibat dugaan bom bunuh diri di GKI Diponegoro. Polisi merilis suami si ibu — yang tak pernah muncul di Facebooknya itu —- adalah pimpinan JAD Surabaya, tewas pula karena bom bunuh diri di Gereja Pantekosta. Dua anak lelakinya tewas bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria.

Saya tak hendak berspekulasi. Tak mau menuduh macam-macam. Tapi begitulah dinamika fakta yang bisa saya catat dan pertanggungjawabkan sebagai PENGELOLA MEDIA MASSA. Dasarnya adalah SIARAN PERS RESMI DARI LEMBAGA YANG BERSANGKUTAN.

Semoga menjadi bahan pembelajaran bersama.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Kronologi dan Opini tentang Bom Surabaya | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: