Masalah Rutan dan Penjara Kita

Saturday, May 12th, 2018 - Opini Publik

Kalau dilihat dari berita-berita yang beredar, Dirjen PAS menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa kekerasan yang menyebabkan korban jiwa di Rutan Salemba Cabang Kelapa Dua (Mako Brimob). Menurut saya, mundur dari jabatannya sesegera mungkin adalah pilihan yang tepat, sembari dilakukan investigasi lebih dalam mengenai penyebab kerusuhan oleh tim independen lintas lembaga.

Hipotesis saya begini. Jika prosedur dan aturan tidak ditegakkan di lapangan secara konsisten, jangankan 156 tahanan terorisme, 156 tahanan biasa saja sangat potensial melakukan kekerasan yang sama: merebut senjata, membunuh, merusak. Apalagi terang bahwa rutan itu over kapasitas, harusnya maksimal 90 orang saja di sana.

Kalau dirunut alurnya, wewenang pengawasan tertinggi ada di tangan Menteri Hukum dan HAM. Bawahan menteri, Dirjen PAS, pada tahun 2016 mengeluarkan edaran tentang pengawasan senjata api bagi tahanan/napi terorisme di seluruh Lapas/Rutan berikut standar pengamanan Lapas/Rutan. Dalam edaran itu detail disebutkan berapa lemari untuk simpan senjata api, laras pendek dan laras panjang harus ditempatkan dimana, bahan pintu yang terbuat dari ornames, senjata yang harus dirantai, pengecekan harian, koordinasi dengan Kominda dan laporan ke Dirjen PAS dan tembusan ke Kepala BIN.

Deradikalisasi adalah hal lain, yang dilakukan setelah status hukum napi sudah tetap. RUU Terorisme juga soal lain, itu proses legislasi yang masih harus dibahas tuntas oleh semua kalangan di DPR. Sekarang ini adalah masalah disiplin organisasi dan penegakan aturan Rutan/Lapas yang harus jelas. Apalagi menyangkut Warga Binaan Pemasyarakatan/WBP high risk. Yang high risk ini atau penghuni khusus juga tak cuma teroris: ada korupsi (KOR), Illegal Logging, Genosida, Narkoba Pengedar, Pencucian Uang.

Saya puji polisi yang arif menanggulangi kerusuhan kemarin. Saya berduka atas gugurnya para prajurit. Semua korban yang luka maupun meninggal dari pihak mana pun juga saya sesalkan. Saya sepakat kekerasan dan terorisme yang mencelakakan nyawa orang harus ditindak tegas sampai akar-akarnya. Saya benci siapapun yang mempolitisasi peristiwa ini untuk kepentingan pribadi/kelompok. Saya tidak ingin negara ini pecah karena isu-isu emosional yang membelah bangsa ini berdasarkan SARA.

Lebih baik kita fokus pada detail evaluasi. Apakah ada kelalaian dalam pengelolaan Lapas/Rutan? Apakah ada kesalahan pendekatan dalam penanganan tahanan/napi terorisme? Apakah ada aturan yang dilanggar? Zero halinar (HP, Pungli, Narkoba) di Lapas/Rutan saja sampai saat ini belum terwujud.

Tugas kita semua sangat berat. Makanya jangan pada berkelahi sendiri.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Masalah Rutan dan Penjara Kita | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: