Saya Kurang Berbakat jadi Politisi

Thursday, May 3rd, 2018 - Opini Publik

Beberapa teman, yang umurnya belum 40, memutuskan terjun ke politik dengan menjadi caleg. Dari partai apa pun. Luar biasa. Dibanding saya yang begini-begini aja, itu keputusan yang patut dikagumi. Harapan saya, supaya anak-anak muda itu bisa bikin negara ini lebih cihui dari segala sisi.

Saya sendiri sejauh ini tidak pernah terpikir terjun ke politik seperti itu. Jadi caleg atau anggota parpol, saya merasa kurang berbakat dan takut. Kenapa takut? Sebab, jadi pejabat negara, setengah badannya ada di neraka, jika busuk sedikit saja. Digaji negara (dari keringat rakyat), difasilitasi negara, untuk berbuat baik buat kemaslahatan khalayak. Itu kan ngeri. Beda dengan jadi penjahat. Setengah badannya di surga, jika bertobat walapun sedikit.

Itulah yang dinamakan filosofi setengah. Sebuah laku asketik dalam diorama kehidupan yang pada dasarnya merefleksikan sebuah dialektika untuk mengungkap makna hermeneutik di balik layar politik negeri ini. Bagaimana? Apa bahasa saya sudah mendekati taraf Om Rocky Gerung?

Hahaha. Piss.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Saya Kurang Berbakat jadi Politisi | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: