Superhero Ahok Cerai

Tuesday, January 9th, 2018 - Opini Publik

Keadaan menempatkan Ahok harus menjadi sangat sempurna. Dan, media merayakannya.

Begini kisahnya:

Superhero. Sejak kecil dilatih akurasi tembakan. Menembak bungkus korek kayu. Dilatih siap mati sejak dini.

Mengalahkan mafia: mafia properti di Kuningan, mafia hiburan malam di Kota, mafia reklame, mafia transportasi, mafia pasar…

Putih. Bersih. Penumpas birokrat korup. Kepanjangan mulut masyarakat yang muak terhadap perilaku birokrasi yang menjengkelkan.

Diberilah label: orang baik. Yang berhimpun bersama orang baik adalah juga baik. Di luar mereka, tidak baik!

Lalu, suami yang sempurna. Keluarga bahagia. Istri yang berakal budi seperti Amsal Salomo. Pandai bermusik. Anak yang cakep dan cakap. Dan sebagainya.

Lalu dipenjara. Dikatakanlah: bak Mandela. Aura pemimpinnya makin terang. Jalan keluar kebobrokan bangsa ini ada dalam dirinya.

Lalu, sejahtera. Pengusaha kaya. Selera bagus soal otomotif. Then, ingin membantu lebih banyak orang dengan menjadi birokrat. Menolong jutaan orang dengan kebijakan yang antikorupsi.

Membangun Jakarta dengan sempurna. Langsung dirasakan rakyat. Kalau perlu, kasih nama simpang susun itu dengan namanya.

Saya berempati terhadap Ahok. Keadaan dan berita membuat dia harus menjadi seseorang yang sempurna, harus menjadi apa-apa saja yang tidak bisa seluruhnya dicapai masing-masing kita dalam hidup: jagoan, kepala rumah tangga kelas wahid, bersih, good looking, cerdas, harmonis…Orang baik!

Pelajaran berharga. Saya ingat Bang Ali Sadikin berkata ketika mengizinkan agogo marak di Jakarta dahulu dan ditentang sebagian kalangan. “Yang wajar-wajar saja. Jangan munafik,” kata dia.

Sekarang Ahok proses cerai dengan istrinya. Banyak orang —- terutama para pendukung —- kaget bukan kepalang. Bersedih luar biasa. Ngeri. Mulai muncul anggapan: teman dari “good friend” istri Ahok adalah musuh saya. Musuh dari “good friend” istri Ahok berarti teman saya.

Tapi itulah hidup. Bagaimana pun, Ahok tetap manusia yang bisa bercacat juga. Janganlah membuat dia menjadi tokoh khayalan kita yang harus dianggap serba sempurna. Asal tahu saja, para peracik cerita komik superhero seperti Batman, Superman dkk saja sudah mulai menciptakan alur cerita bagaimana resep menaklukan masing-masing superhero itu. Alasannya: superhero itu sudah dibuat terlalu sempurna sehingga sudah terlalu mendominasi dunia!

Jadi, semuanya, yang wajar-wajar saja. Kadang wajar itu sama dengan adil.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Superhero Ahok Cerai | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: