Investasi Triliunan, Walk-Out Pianis, Kanisius

Wednesday, November 15th, 2017 - Opini Publik

Mulanya soal walk out (WO) sang pianis saat Gubernur Anies berpidato. Lalu ada pendiri salah satu startup yang dikabarkan mendukung WO itu dan akhirnya muncul kampanye uninstall itu barang.

Bagi saya, hak Anda masing-masing mau uninstall apa ndak.

Tapi begini. Apakah tidak sebaiknya kita semua lebih kritis membaca persoalan akhir-akhir ini? Jangan apa-apa dikaitkan dengan politik. Dengan Ahokers atau Anisers. Dengan SARA. Jadi bodoh kita nanti kalau begini terus. Jadi mudah disusupi kepentingan lain. Jadi rapuh karena gampang diadu domba. Mudah kali dilumuri kabar-kabar bohong. Kapan majunya?

Kali ini urusan duit sepertinya sudah mengemuka. Traveloka itu perusahaan (namanya PT Trinusa Travelindo) yang umurnya baru 5 tahun, tapi sudah dapat pendanaan sampai Rp6 triliun + hanya dalam setahun terakhir, mengutip Tech in Asia. Jumlah duit yang sama dengan proyek E-KTP yang lagi heboh belakangan ini. Karyawannya 400-an orang per 2015, usahanya pemesanan hotel dll. Beberapa hari terakhir para pengusaha hotel pada protes soal aplikasi pemesanan begini karena narik komisinya gede banget.

Duit triliunan itu dapatnya dari para investor luar negeri. Terakhir dari Expedia, perusahaan IT Amerika Serikat, sebesar Rp4 triliun. Expedia itu melantai di bursa NASDAQ, bursa kedua dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Kodenya EXPE. Selain Expedia masih ada investor lain kayak East Ventures, Sequoia Capital, termasuk JD dari China. Gojek juga sama dapat duit dari yang begini-begini. Masalah balik modalnya bagaimana, ya usaha, bisa untung bisa rugi.

Namanya juga hidup, ya mungkin ada aja yang memanfaatkan situasi begini. Mumpung ada pendirinya yang alumnus Kanisius, sekalian aja lah. Enak-enak aja tuh anak-anak lulusan AS dapat triliunan sementara kita-kita sudah gembira banget cuma dikasih diskonan hotel buat jalan-jalan dan bisa upload foto di Instagram.

Tapi bisa juga ada orang yang begitu menganggap bahwa semua ini adalah perjuangan nilai-nilai yang luhur, martabat yang harus dibela, mahkota hidup, makanya perlu “mematikan” start up itu sekarang juga. Ini juga sah-sah saja sih.

Semua kembali pada kelas masing-masing. Pada taraf kebijaksanaan dan kematangan pribadi masing-masing. Pada pengelola negara ini dari atas sampai bawah: mau bikin bangsa ini pintar dan cerdas supaya bisa berpikir waras dan tidak emosional semata atau mau melestarikan semua bentuk keterbelakangan berpikir dan mengedepankan tarik urat sampai mati?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Investasi Triliunan, Walk-Out Pianis, Kanisius | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: