BLBI dan Pribumi vs Non-Pribumi

Wednesday, October 18th, 2017 - Opini Publik, Rumor

Dari 144 triliun dana yang “ngucur” ke bank-bank swasta untuk BLBI, yang di-handle penyelesaiannya oleh BPPN, masih ada sekitar 30-an debitur yang tidak kooperatif, belum kelar urusannya, dan mangkrak penyelesaiannya di Kejagung, Mabes Polri, dan Kementerian Keuangan, merujuk pada audit PKPS oleh BPK.

Masalahnya adalah, hak tagih BLBI itu dibeli oleh pemerintah melalui obligasi Rp600-an triliun dengan suku bunga 12-14%. Banyak narsum di media yang memperkirakan ongkos penyelesaian, beban bunga, dsb yang ditanggung pemerintah untuk urusan BLBI ini angkanya bisa tembus bahkan sampai 1000 triliun. DPR (interpelasi BLBI) sendiri memperkirakan dana negara yang harus ditanggung karena urusan BLBI ini sekitar Rp680 triliun dan itu sangat membebani APBN.

Saya sendiri tidak peduli maling-maling itu pribumi atau non-pribumi, kolonialisme atau neo-kolonialisme. Duit tidak kenal SARA. Pribumi atau non-pribumi bukan persyaratan utama untuk menjadi maling.

Konkrit saja: penjarakan maling-maling itu. Bikin miskin. Terserah dia pribumi atau bukan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

BLBI dan Pribumi vs Non-Pribumi | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: