Korupsi Uskup?

Friday, October 13th, 2017 - Opini Publik, Rumor

Seorang — sekelas uskup — diduga menggelapkan uang gereja +1 miliar rupiah. Uang gereja berarti uang umat (kolekte). Uskup itu mundur dengan menyisakan dalih bahwa uang dimaksud dipergunakan untuk biaya pendidikan seorang anak. Vatikan mengadakan penyelidikan tertutup. Hasilnya belum diketahui.

Polisi agak ragu menjalankan proses pidana karena menganggap ini persoalan internal gereja, dengan beralasan tidak ada laporan pidana yang masuk.

Detik menuliskan berita tentang topik ini dengan lengkap dan mencakupi semua pihak. Ini isu sensitif dan Detik menyadari itu tampaknya. Mereka menjalankan tugas kewartawanan dengan baik dan profesional.

Bagi saya, tak ada alasan apapun untuk menutup-nutupi isu ini. Kebenaran faktual harus diungkap karena itu merupakan hak umat. Hak untuk tahu duduk persoalan yang sesungguhnya. Hak untuk tahu langkah otoritas Vatikan yang tegas dan tepat.

Bagi umat biasa seperti saya, ini adalah ujian iman. Bagaimana — di tengah situasi negara ini yang penuh kecenderungan sudut menyudutkan keyakinan iman — umat Katholik justru harus menunjukkan kedewasaan dan kedalaman iman yang semakin kuat.

Sebagai sebuah institusi, gereja — yang dikelola oleh manusia — punya sejarah kelam masing-masing. Sebagai manusia, siapa saja bisa terperosok.

Ada uskup yang diduga menggelapkan uang, ada pastur yang keluar gereja lalu menikah dan beranak tiga, ada lain-lain peristiwa di sejumlah tempat yang menunjukkan bahwa manusia — pastur dan uskup sekalipun — tetaplah manusia, bukan Tuhan. Salah dan dosa tetaplah ada.

Tapi hendaknya semangat kebaikan dan cinta kasih tetap ada dan menyelimuti kita semua. Tidak boleh pudar. Tidak boleh terpecah-pecah.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Korupsi Uskup? | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: