Cara Meikarta Cari Untung

Tuesday, September 26th, 2017 - Opini Publik, Rumor

#
Banyak juga iklan Meikarta. Hitung kasar ah.

Total penjualan tahap I 200 ribu unit @ Rp127 juta adalah Rp25,4 triliun. NUP Rp2 juta kali 200 ribu sama dengan Rp400 miliar, duit diterima sebelum bangun.

Placement iklan gila-gilaan minus diskon kira-kira Rp300 miliar. Masih sisa Rp100 miliar buat urus izin awal dll.

Sisa potensi penjualan berarti Rp25 triliun. 80% (Rp20 T) lempar ke KPA bunga 12%, berarti Rp2,4 triliun keuntungan bunga masuk ke bank (bagusnya bank dalam satu grup). 20% (Rp5 T) cicil 24 kali, berarti Rp200 miliar masuk tiap bulan ke developer.

Biaya bangun kasar saja, 30 meter per unit kali 200 ribu unit kali Rp3,5 juta per meter adalah Rp21 triliun.

UNTUNG: Yah, hitungan saya Rp4-5 triliun, belum termasuk untung bunga KPA, diskon material, untung premi mainan perusahaan asuransi, dsb.

Dengan duit segitu, kalau mau, iman pejabat mana yang sanggup tahan dari godaan suap coba?

Sekian.

##
Simpel aja. Pengembang Meikarta dan grup sudah baca RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Tahu persis ada LRT hingga kampus ITB dan Disneyland ke arah Bandung sana sepanjang jalur itu.

Kenapa Cikarang, kenapa apartemen? Sederhana aja. Lihat tetangga sebelah reklamasi laut ribet banget, disuruh keluar duit di muka buat fasilitas umum/sosial sama Ahok, mana mau lah. Kalau Cikarang, masuk Jawa Barat, regulasi beda, mental pejabat beda.

Kenapa Cikarang, karena di sana masih sedikit apartemen dan permintaan ada. Setahu saya pelopornya dua tahunan lalu itu grup Jababeka yang bangun apartemen subsidi (lantai 1-5 subsidi, sisanya komersil) harga di bawah 200 juta. Permintaan ada dari pekerja Korea, Jepang, Cina dll serta orang luar Cikarang yang kebelet pengen punya passive income dari sewa 2-2,5 juta sebulan nantinya, selain berharap capital gain kalau melambung harganya setelah digoreng via berita. Pekerja asing di Cikarang banyak yang sewa hotel untuk hunian dalam jangka waktu lama. Dan kalau ada apartemen mereka berpotensi pindah ke sana, selain nyaman juga untuk nyimpen cem-ceman, yang merasa disayang karena “memiliki” aset properti.

Jelas Cikarang ke sana prospektif. Bakal banyak Industrial Park yang pekerja-pekerjanya butuh hunian. Orang luar akan by pass dari Bandara Soetta ke tol langsung Cikarang, Karawang, dsb. Jakarta dilewatin doank.

Begitulah.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Cara Meikarta Cari Untung | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: