Pulang ke Depok, Memori Putih-Biru

Friday, February 10th, 2017 - Keluarga

Kadang orang meremehkan kenangan. Dipikirnya kaca spion tiada guna. Hidup macam berita daring: dimakan lalu basi.

Padahal ada kebijaksanaan yang namanya eling. Bahasa Jawa. Artinya, tahu darimana kita berasal, ada di mana sekarang, mau apa ke depan. Kenangan, kekinian, dan cita-cita itu satu jiwa dikandung badan. Tak bisa berceceran.

Mengapa sore ini saya menceracau demikian?

Sebentar lagi bakal ada reuni SMPN 3 Depok lulusan 1996. Memori Putih Biru. Berkumpul bersama teman merayakan keindahan 20 tahunan yang lalu itu. Rentang waktu yang cukup lama untuk manusia berubah bentuk, berubah hidup. Jadi sukses atau tidak sukses, kaya atau miskin, cerdas atau pandir tak penting. Yang penting kita tahu ada 20-an tahun lalu yang tak bakal lenyap disapu apapun.

Manusia punya sejarah. Sejarah tak bisa dihapus. Sama seperti kenangan, dia menghidupi kita saat ini.

Seingat saya ada 400-an lebih lulusan satu angkatan. Satu per satu tak mungkin saya hafal. Mereka tersebar. Menjadi apa yang mereka mau, tidak menjadi apa yang mereka mau, menjadi apa yang mereka tidak mau. Itu semua tak penting, selagi kita semua ingat, ada 20 tahun lalu ketika kita dibakar matahari Depok yang sama, diguyur hujan dan basah sama-sama, berkelahi sama-sama, berguru sama-sama.

Kurt Cobain (Nirvana) bilang: I’m so happy because today I found my friends – they’re in my head.

Jika ada teman saya SMPN 3 Depok lulusan 1996 yang membaca naskah saya ini, tak ada salahnya untuk kembali ke kota kita tersayang: Depok. 19 Maret 2017. Dari pagi sampai sore. Di gedung sekolah kita yang masih di tempat yang sama.

Semoga Tuhan kasih kita sehat dan berkat untuk kita berkumpul lagi. Amin.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Pulang ke Depok, Memori Putih-Biru | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: