Verifikasi Pers oleh “Malaikat”

Monday, February 6th, 2017 - Bisnis Media

Fungsi Dewan Pers: mendata perusahaan pers (Pasal 15 Ayat (2) huruf f UU Pers). Lantas ditafsirkan secara “luas” sebagai memverifikasi. Konon ukurannya adalah: kompetensi wartawan, karier wartawan, kesejahteraan wartawan, dan sikap terhadap kode etik.

Soal kode etik dan kompetensi adalah melekat pada profesi kewartawanan. Bagi perusahaan pers itu adalah modal utama buat berjalannya bisnis. Baca: kredibilitas. Tanpa kredibilitas susah cari iklan!

Asal, jangan anggap kompetensi itu hanya sama arti dengan mengikuti proyek pelatihan bikinan organisasi anda semata. Hei! Ini zaman modern, kompetensi dan pengetahuan, ilmu banyak salurannya, bisa mengucur darimana saja. Tak ada kebenaran tunggal.

Poin karier dan kesejahteraan wartawan, bagus jika Kebon Sirih peduli. Kesejahteraan dan karier wartawan yang bagus ada pada perusahaan pers yang sehat. Perusahaan pers yang sehat ada kredibilitas, ada cukup pemasukan. Saya pemilik perusahaan pers, berupaya keras menuju dua hal itu.

Tapi, dugaan kuat saya, Hari Pers Nasional membuat Kebon Sirih tergopoh-gopoh mengumumkan hanya sebagian perusahaan pers terverifikasi. Hanya 7 media siber terverifikasi. Jika bijak dan bestari, yang mulia pejabat Dewan Pers akan selesaikan ribuan verifikasi media dan umumkan dalam satu waktu bin kesempatan. Supaya jelas.

Kini, kerusakan telah terjadi. Di Indonesia, bagi banyak awam, hanya mengerti cuma ada 74 media yang layak dipercaya. Ribuan lainnya tidak dipercaya. Tidak kompeten jurnalisnya. Tidak sejahtera wartawannya. Tidak jelas kode etiknya. Dan sebagainya.

Ribuan perusahaan pers dengan ribuan karyawan yang hidup dari padanya tengah menjalankan usaha dan mempertahankan penghidupan banyak keluarga dalam status sebagai perusahaan pers tidak terverifikasi.

Pengumuman 74 media terverifikasi jelang Hari Pers Nasional untuk gagah-gagahan disaksikan Jokowi berdampak pada bisnis dan pendaringan banyak orang. Secara politik, orang bilang ini pengekangan seperti era Orba. Secara ekonomi, ini menahan laju berkembangnya perusahaan pers.

Jika ingin melawan hoax dan meningkatkan kualitas berita perusahaan pers, ajak bicara mereka-mereka yang tahu dan menjalani bagaimana caranya menggaji banyak wartawan. Jangan hanya ajak bicara mereka yang sebagian berlagak dewa jurnalistik karena hidup di dunia ini sedikit lebih lama dari yang lainnya. Tak usah berdalih berkata bahwa verifikasi bertahap tanpa dijelaskan kapan batasan dan ukurannya. Bisa jadi sampai Hari Pers Nasional tahun kuda.

Sederhana saja Tuan. Beri tahu kami caranya “mengekspor” wartawan dan karyawan kami ke “perusahaan” anda yang suci dan terhormat di Kebon Sirih sana. Atau mungkin anda pribadi per pribadi punya banyak usaha yang potensial menyerap tenaga kerja?

Ya. Secara politik, sampeyan tidak cerdas. Secara ekonomi, sampeyan penghambat. Secara sosial, sampeyan perusak.

Tapi anehnya sampeyan merasa bak malaikat.

Salam dari saya yang tidak ke Ambon.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Verifikasi Pers oleh “Malaikat” | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: