400 Tahun (Penjara) untuk Ahok

Friday, December 2nd, 2016 - Dapur Berita, Opini Publik, Rumor

Saya tergerak untuk mengunggah artikel Ahmad Syafii Maarif (Pendiri Maarif Institute) di Koran Tempo edisi Jumat, 2 Desember 2016 Hal.11, yang berjudul 400 Tahun untuk Ahok.

Mengapa? Ini artikel bersejarah. Saya tidak berkehendak untuk masuk ke perdebatan soal keimanan masing-masing. Pikiran Maarif ini akan dibaca oleh anak-cucu kita terus sampai nanti. Mungkin akan mengubah sejarah bangsa ini juga.

Saya kutipkan paragraf pembuka artikel yang menarik ini:

“…saya usulkan agar dia dihukum 400 tahun atas tuduhan menghina Al-Quran, kitab suci umat Islam, sehingga pihak-pihak yang menuduh terpuaskan tanpa batas. Biarlah generasi yang akan datang menilai berapa bobot kebenaran tuduhan itu. Sebuah generasi yang diharapkan lebih stabil dan lebih arif dalam membaca politik Indonesia yang sarat dengan dendam kesumat ini.”

Mengenai sembilan naga, taipan-taipan dari etnis tertentu yang kerap dihubungkan dengan keberpihakan Ahok, Maarif menulis:

“Tapi pihak manakah yang memberi fasilitas kepada para naga yang jumlahnya bisa puluhan itu — bukan sebatas sembilan? Tidak sulit mencari jawaban atas pertanyaan ini: fasilitatornya adalah penguasa dan pihak perbankan Indonesia yang sebagian besar beragama Islam. Sekali lagi sebagian besar beragama Islam. Pihak-pihak inilah yang memberi surga kepada para naga itu untuk menguasai dunia bisnis di negeri ini. Saya memasukkan para pihak ini ke kategori bermental anak jajahan, sekalipun sering berteriak sebagai patriot sejati.”

Maarif melanjutkan begini:

“Karena itu, kita harus jujur kepada diri sendiri: mengapa mereka yang mengaku sebagai warga negara tulen tidak punya mental kuat dengan disiplin tinggi agar uang menjadi jinak di tangan mereka? Lihatlah pihak sana, sekali memasuki dunia bisnis, perhatiannya 100 persen tercurah untuk keperluan itu. Nilai inilah yang seharusnya kita ambil dari mereka. Jika terpaksa jadi jongos dalam perusahaan teman kita ini, sifatnya mestilah sementara, untuk kemudian semua kemahiran dagang mereka kita ambil alih. Jangan tetap setia jadi jongos sampai ke liang kubur.”

Lengkapnya di bawah ini:

Screenshot artikel Ahmad Syafii Maarif di Koran Tempo, Jumat 2 Desember 2016

Screenshot artikel Ahmad Syafii Maarif di Koran Tempo, Jumat 2 Desember 2016

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

400 Tahun (Penjara) untuk Ahok | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: