#bukanstatustentangagama: Apa yang Kita Cari?

Tuesday, November 29th, 2016 - Opini Publik

Mungkin begini.

Sekarang, kita tidak lagi haus akan fakta yang benar. Kebenaran faktual seperti warung sepi di ujung jalan. Yang kini disukai adalah apa-apa saja yang mengkonfirmasi keyakinan dan pandangan kita yang sudah dipeluk sedari dulu. Benar atau salah, tidak penting. Yang penting senang.

Teknologi tidak membuat kita semakin kritis. Teknologi yang mutakhir dan canggih justru menjadi alat untuk mendistribusikan dan merayakan yang kita senangi tadi. Padahal yang kita senangi, belum tentu benar.

Kesenangan, pujian, dukungan, merasa banyak yang sepaham dan sependapat, menempatkan kita dalam status sosial baru sebagai manusia yang bereksistensi: disenangi, didukung, diikuti, dianggap pintar. Hasrat paling dasar manusia untuk diakui jadi terpenuhi. Menjadi berbeda dan tidak ikut arus berarti menjadi orang asing di lini masa sendiri.

Facebook dkk bisa jadi tidak salah. Kita yang salah. Menjadikan mereka sebagai sumber segala sumber ilmu dan kebenaran. Inilah mungkin yang menyebabkan Dasar-Dasar Ilmu Politik-nya Prof. Miriam Budiardjo dan Pengantar Ilmu Hukum-nya Prof. CST Kansil tak sepopuler ‘ilmuwan’ medsos.

#bukanstatustentangagama

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

#bukanstatustentangagama: Apa yang Kita Cari? | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: