Banjir di Terminal 3 & “Penghinaan” Pramuka

Monday, August 15th, 2016 - Opini Publik

Banjir di Terminal 3 (T3) Soetta yang terjadi tepat pada peringatan Hari Pramuka adalah sebentuk “penghinaan” terhadap 30 ribu peserta Jambore Nasional. Bayangkan jika 30 ribu orang itu terjebak banjir di bandara secara bersamaan, apa jadinya dengan schedule pembukaan dan upacara yang sudah disusun sejak lama?

Atau, apakah banjir di T3 itu adalah bentuk “perkenalan kreatif” Menteri Perhubungan anyar hasil perombakan? Untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat bahwasannya Pak Menteri adalah sosok yang mumpuni dan berpengalaman puluhan tahun berjibaku dengan masalah reklamasi dan air di Ancol, Pluit, Marunda, dan Ria-Rio, sebelum menjabati posisi eksekutif puncak urusan “matra” udara di Angkasa Pura?

Tapi, apapun itu, banjir di T3 membuktikan bahwa kapasitas dan kualitas pembangunan bandara dan infrastrukturnya di negara kita masihlah pada tahap siaga (belum penggalang).

Pun, ini pesan penting juga bagi Pak Menhub dan kita semua untuk semakin mengerti bahwasannya kegiatan ketangkasan menyusuri waduk dan sungai tidaklah tepat dilakukan di kawasan bandara, yang biaya membangunnya Rp4 triliun pula.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Banjir di Terminal 3 & “Penghinaan” Pramuka | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: