JASON BOURNE

Sunday, August 14th, 2016 - Opini Publik

Jika saja masalahnya bukan soal kewarganegaraan — apalagi kewarganegaraan seorang menteri — mungkin tak akan seheboh sekarang isunya. Kalau ini masalah rumah makan Padang, tentu tinggal lihat ada-tidaknya foto Ungku Saliah untuk meyakinkan bahwa rumah makan Padang itu milik orang Pariaman.

Jika ini soal bus antarkota, tentu mudah membedakan mana PO. Kawan dan mana PO. Alisma, meskipun keduanya sama-sama melaju berebut penumpang jalur Pariaman-Padang.

Atau jika saja ini soal kilang minyak, mudah sekali membedakan mana onshore, mana offshore, dan Blok Masela lebih tepat pakai yang mana.

Tapi, bagaimana pun juga, Menteri yang lagi heboh itu punya karya yang mengagumkan: pemegang paten untuk offshore, mantan eksekutif perusahaan konsultan migas, pendiri sekaligus pengajar lembaga pendidikan Alquran di AS, putra pebisnis transportasi ternama di Sumbar (provinsi yang sedikit sekali Jokowi dapat suara di sana).

Bagus juga kalau semua kepiawaiannya itu diserahkan untuk negara. Jangan sampai terjadi seperti pesepakbola berikut ini: Leroy Resodihardjo, Jeffrey Leiwakabessy, Donovan Partosubroto, Christian Supusepa, Raymond Soeroredjo, Peta Toisutta, Marciano Kastoredjo, Radja Nainggolan, Irvin Museng, Syaffarizal Mursalin. Nama Indonesia, kewarganegaraan sana.

Soal dokumen kewarganegaraan memang perlu dicek. Siapa pun yang sudah nonton Jason Bourne mungkin bisa menduga, bisa jadi masalah paspor menteri kita ini dipengaruhi oleh keterlibatan Asset, R. Dewey, atau Heather Lee.

Sekian.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

JASON BOURNE | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: