Salam Sunny-Ahok

Wednesday, June 22nd, 2016 - Opini Publik

Banyak dari kita yang terkecoh dengan angka ketika melihat sesuatu. Alhasil, fokuslah banyak orang “berkelahi” gegara Rp30 miliar, Sunny, dan Teman Ahok. Perdebatan semakin melebar, bahkan mulai menyentuh perkara-perkara personal yang sama sekali tak ada hubungannya dengan pokok perkara.

Perkara ini bisa jernih kalau kita melihatnya pun jernih.

Sebetulnya ini semua sederhana saja. KPK melakukan penyelidikan yang artinya lagi mencari peristiwa pidananya. PPATK menyokong untuk analisis transaksi keuangannya. Media massa menulis berdasarkan fakta yang diperoleh menurut prosedur jurnalistik, yang kalau salah pun ada prosedur hukuman etik maupun pidananya. Konsultan komunikasi, konsultan politik, lembaga survei, dan segala macamnya sah-sah saja berbisnis dan punya klien asal profesional.

Jadi yang terpenting bukan besaran uangnya melainkan konstruksi hukumnya, teori kasusnya, fakta hukumnya, koherensi logisnya.

Jika konstruksi hukumnya adalah dana itu diberikan kepada Teman Ahok melalui Sunny yang dananya berasal dari para pengusaha reklamasi yang maksud dan tujuannya untuk mempengaruhi Ahok agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya selaku penyelenggara negara berkaitan dengan kebijakan reklamasi, maka pertanyaannya:

1. Apakah transaksi dana tunai maupun nontunai antara pengusaha dan Sunny dkk itu betul-betul terjadi? Bisa dibuktikan?

2. Apakah Ahok mengetahui aktivitas Sunny berikut segala dugaan penerimaan dana dari pengembang itu?

3. Apakah Ahok menyuruh Sunny melakukan permintaan dan penerimaan dana itu?

Sunny dan Teman Ahok sependek yang saya tahu tidak termasuk kualifikasi penyelenggara negara seperti diatur dalam undang-undang tipikor maupun penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN. Hubungan/interaksi antara Ahok-Sunny dan perbuatan pengusaha reklamasi menyerahkan dana berikut maksudnya itulah kunci segala perdebatan ini.

Saya pikir itulah alasan mengapa KPK mencegah dan memeriksa Sunny berkali-kali sampai saat ini.

Salam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Salam Sunny-Ahok | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: