Ahok Tak Perlu Pidanakan Berita

Saturday, May 14th, 2016 - Hukum Pers, Opini Publik

Ahok sebetulnya tak perlu reaktif menanggapi isu barter reklamasi dengan penertiban Kalijodo. Isu yang berawal dari pemberitaan Tempo dan disebutkan bersumber dari penyidik di KPK tersebut merupakan hal yang sudah sering terjadi dalam banyak perkara. Bahkan perkara yang masih dalam tahap penyelidikan pun bisa bocor materinya ke media massa.

Tak perlu mempidanakan hal-hal pemberitaan semacam itu. Jika dipidanakan, Ahok memberikan preseden buruk bagi demokrasi dan kebebasan pers. UU Pers telah menyediakan jalur solusi formal yakni melalui Hak Jawab, Hak Koreksi, dsb. Pun ada Dewan Pers yang bisa memediasi sengketa berita tersebut.

Sumber informasi mengenai materi perkara yang sedang disidik oleh KPK bisa dari mana saja. Bisa dari sumber internal KPK, pengacara para pihak, pihak ketiga seperti LSM dan pengamat, dan sebagainya. Dari informasi yang secuil itu biasanya berita dikembangkan terus menerus, dan tak selalu ada motif politik di situ. Bisa saja memang motifnya adalah mendalami kasus itu supaya masyarakat pembaca/pemirsa dapat fakta yang lebih dalam dan lengkap.

Dari semua berita barter reklamasi, perjanjian preman, dll yang berkembang ini juga tidak serta-merta membuktikan bahwa Ahok korupsi. Bahkan belum ada informasi juga yang menyebutkan KPK membuka penyelidikan baru untuk kasus barter reklamasi ini. Kasus yang disidik di KPK masih soal suap kepada DPRD dan eksekutif Agung Podomoro dan diduga pengembang lainnya terkait raperda tentang reklamasi.

Cuma dari semua isu barter reklamasi yang berkembang ini, kita jadi tahu bahwa di balik kebijakan reklamasi masih banyak hal yang publik tidak tahu. Soal CSR, kontribusi dan tambahan kontribusi, lobi-lobi, dsb adalah wilayah gelap yang banyak dari masyarakat sulit mengakses fakta yang terjadi.

Saya pikir problem dasarnya adalah masalah transparansi kebijakan publik. Penentuan kebijakan publik yang berada di wilayah remang-remang bakal memunculkan perkara di kemudian hari.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Ahok Tak Perlu Pidanakan Berita | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: