#NyalaUntukYuyun: Aib Pemerintahan Jokowi

Tuesday, May 3rd, 2016 - Opini Publik

Tagar #NyalaUntukYuyun saja tentu tidak cukup. Perlu ada perhatian dan tindakan yang nyata dari Negara untuk merespons kasus Yuyun. Anak SMP yang diduga diperkosa secara bergiliran lalu dibunuh oleh 14 orang yang usianya di bawah 20 tahun. Penyidik Polres Rejang Lebong menjerat pelaku dengan Pasal 76D UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang dengan ancaman 15 tahun penjara, dan Pasal 536 KUHP tentang mabuk-mabukan di tempat umum dengan ancaman 3 hari kurungan.

Dari kejadian tersebut, jelas dan nyata negara ini bermasalah. Pimpinan negara ini bermasalah. Gagal mewujudkan keamanan dan ketertiban umum. Apalagi si Gubernur Bengkulu saat ini menjadikan perlindungan anak terhadap kekerasan sebagai bagian dari misi kampanye poin 11. Pihak otoritas pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, masyarakat secara umum, kita semua, sama menanggung beban kesalahan atas kejadian ini.

Penegak hukum yang lalai menindak pelaku distribusi tuak dan alkohol sehingga sampai bisa dibeli bocah ingusan di warung, otoritas telekomunikasi yang lalai memblokir tayangan video porno di internet, otoritas ekonomi yang menyebabkan orang tua hidup dalam kemiskinan, otoritas sosial keagamaan yang lalai memberikan atensi, dsb, adalah kesalahan juga.

Bengkulu adalah wilayah yang mana terdapat 352 desa/kelurahan (22,98%) yang tak ada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyahnya. Menteri Pendidikan jelas harus malu juga atas peristiwa ini.

Hukum, dalam kasus-kasus seperti ini, biasanya hanya akan diperlakukan sebagai serangkaian prosedur formal belaka. Akan ada penyidikan, penuntutan, persidangan, vonis, hingga eksekusi hukuman. Tentu hukuman maksimal diharapkan bisa diterapkan kepada para pelaku. Bukan sebagai sarana balas dendam melainkan bagaimana menjaga supaya peristiwa serupa tidak terulang di tempat lain, korban yang lain. Yuyun sudah tiada dan seharusnya jadi pahlawan dan penanda bagi jutaan anak lainnya di negara ini yang hidup dalam ancaman kekerasan dan ketakutan.

Saya adalah bapak dari seorang putri yang siap bergabung dengan jutaan orang tua lainnya di negara ini untuk melakukan apa saja dan menuntut kepada negara cq. Presiden Republik Indonesia untuk memastikan pemimpin negara ini berbuat nyata untuk menindak dan mencegah supaya peristiwa serupa tidak terjadi lagi di tanah air.

Pak Jokowi, kasus ini aib buat pemerintahan Anda.

Simpati saya untuk Yuyun dan keluarga.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

#NyalaUntukYuyun: Aib Pemerintahan Jokowi | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: