Peluang Bisnis untuk Labora dari Penjara

Tuesday, March 8th, 2016 - Opini Publik, Rumor

Sudah tepat pilihan Labora Sitorus untuk menyerahkan diri. Di luar banyak angin. Bikin lapar. 1.000-an pihak yang pernah menerima transfer uang dari rekeningnya takkan banyak membantu. Mereka akan mundur dan pura-pura tak pernah mengenalnya. Situasi bakal bertambah sulit kalau terus bersembunyi. Sel isolasi Blok A 109 Lapas Cipinang adalah tempat yang “nyaman” untuk sementara waktu.

Kalau dari sisi “statistik dan akuntansi”, apa gunanya lari? Putusan 15 tahun penjara, denda cuma Rp5 miliar. Tak ada ganti rugi ke negara. Harta yang disita hanyalah uang Rp6,4 miliar, truk tronton, kapal, kayu, dan solar yang entah sudah dipinjam pakai oleh hakim kemana-mana dan telah tiada sekarang. Jika pun dia menjalani 2/3 masa hukuman (10 tahun penjara) dan menyogok untuk dapat fasilitas istimewa di Lapas sebesar Rp40 juta/bulan alias Rp4,8 miliar sampai asimilasi, kemungkinan uang “di bawah bantal dan kaos kaki” masih banyak. Jika mengacu pada transaksi Rp1,5 triliun seperti laporan PPATK melalui rekening-rekeningnya.

Dengan dana yang ada, Labora bisa dapat satu tempat khusus untuk memelihara banyak burung di lapas atau memakai pendopo untuk pertemuan spesial dengan relasi.

Sudahlah, tak perlu kita semua munafik. Naif jika beranggapan bisnis solar, kayu, dsb yang dilakoni Labora di Papua adalah dilakukannya seorang diri tanpa bantuan pejabat penyelenggara negara. Ini kegiatan berjamaah dan dinikmati berjamaah (Atau mungkin juga ada dana dari Labora yang pernah dipakai untuk meredam kegiatan OPM, siapa tahu?). Hanya saja ketika terbongkar, Labora sendirian dan menyerahkan diri naik ojek.

Lebih baik sekarang Labora santai dulu di Cipinang sebelum sebentar lagi ke Gunung Sindur bertemu Gayus Tambunan. Di sana bisa berdiskusi intensif sesama kawan senasib bagaimana caranya mengambil kembali harta yang sudah disita dan menyelamatkan sisanya. Jika perlu bantuan hukum, ada LBH Guntur dan pengacara yang siap menerima kuasa.

Saya pikir, kasus Labora jangan berhenti sampai di sini. Jika mau adil dan buka-bukaan, kasus Labora telah menjadi komoditas yang riil sekali bagi banyak kalangan. Pendeknya, kejar juga semua penyelenggara negara yang ikutan menikmati duit Labora.

Atau, jika Labora mau berbisnis dari balik penjara, dia bisa “mengancam” akan mencicil satu per satu ke media, siapa pejabat dan petinggi negeri ini yang pernah menikmati lezatnya duit solar, kayu, dan uang-uang yang dicucinya itu.

Kelihatannya bisnis ancam-mengancam dari balik bui cukup prospektif untuk Labora. Dia bisa “diperhatikan” di penjara, dapat income yang bebas pajak, dan syukur-syukur remisinya banyak, serta “dibantu” PK-nya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Peluang Bisnis untuk Labora dari Penjara | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: