Bom Thamrin: Keajaiban yang Kita Lupa

Sunday, January 17th, 2016 - Opini Publik

Ada satu hal yang kita lupa dari peristiwa bom Thamrin lalu: keajaiban. Jika kita percaya ada kekuatan Maha Besar di atas manusia, entah itu disebut Tuhan, Allah, Yahwe, dsb, tentu kita juga percaya dan patut bersyukur, keajaiban itu berasal dari sang Maha Besar.

Saya contohnya. Mengapa bom terjadi Kamis, 14 Januari 2016 pukul 10.45 WIB? Jika saja, pelaku memajukan tanggal “konser” sehari, Rabu, 13 Januari 2016 pukul 10.45 WIB, saya kemungkinan besar tewas. Saya akan berpisah dengan kebahagiaan terbesar dalam hidup saya yakni keluarga. Hari itu pada jam itu, saya tepat melintas di Pos Polisi depan Sarinah. Itu kuasa Allah sehingga saya masih diberi hidup.

Bayangkan. Jika saja sang pelaku berpikir simbol Amerika Serikat yang dituju bukan Starbuck pada hari kerja, tetapi menyasar simbol AS lainnya seperti McDonald dan Pizza Hut pada hari libur, apa jadinya dengan korban dari anak-anak kita yang tengah bahagia menyantap burger dan pizza setelah sepekan lamanya mereka menunggu berkumpul bersama orang tua masing-masing untuk makan bersama di akhir pekan, dengan uang yang didapat dari cucuran keringat bekerja? Lagi-lagi saya percaya ini keajaiban dari Maha Kuasa yang masih melindungi kita semua.

Tapi bukan berarti kita, termasuk aparat, harus jumawa bahwa serangan kemarin “hanya” menewaskan 7 orang (Perancis 100-an orang). Itu semua karena campur tangan Maha Kuasa tadi. Kita tidak takut bukan berarti kita meledek kemampuan pelaku yang cuma bisa memakai bom low explosive, melainkan kita tidak takut karena kita percaya Tuhan melindungi kita, hidup-mati Allah yang atur.

Banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dijangkau oleh nalar manusia secerdas apapun; banyak hal yang jauh berada di atas kepandaian manusia, intrik politik sejago apapun, permainan opini publik secanggih apapun, uang seberapa pun banyaknya. Ada hal-hal subtil yang sama sekali tidak bisa kita nalar dari rencana Allah. Kita cuma bisa menerima, belajar, dan bersyukur.

Siapa saja boleh berpendapat dan menganalisis. Apakah ISIS pelakunya? Apakah ini pengalihan isu? Apakah ini rekayasa intelijen? Apakah apakah apakah? Tapi tetap saja, ada rencana dari kekuatan Tuhan yang tidak bisa kita sentuh.

Saya apresiasi polisi yang bertempur di garis depan kemarin. Tak masalah bertempur pakai Gucci, Emporio Armani, Ray Ban, Adidas, Nike atau apapun. Tuhan kasih kesempatan buat polisi-polisi itu untuk (mungkin) sekali saja dalam hidup mereka melindungi sesama secara sungguh-sungguh (polisi juga punya keluarga yang akan meratap jika anggota keluarganya tewas dalam baku tembak). Dan itu akan diingat sebagai kebaikan sampai kapan pun yang luar biasa tanpa perlu dibuat profilnya di media massa.

Allah kasih kesempatan kepada warga, tukang sate, tukang rokok, wartawan, dsb yang ada di lokasi kejadian untuk menyaksikan langsung sesuatu yang bahkan mungkin hanya sekali akan dilihat sepanjang hidup. Fakta bahwa mereka semua masih hidup dan tidak terkena peluru nyasar adalah keajaiban luar biasa dari Maha Besar.

Lantas, ternyata, ada kenyataan bahwa ada saudara kita sebangsa, tetangga kita, kerabat kita, dsb yang ada melakukan bom bunuh diri di negara mereka sendiri, adalah hal yang patut kita renungkan. Ada apa? Apa yang salah dari kehidupan kita bernegara dan berbangsa? Apa yang salah dari cara kita semua memandang agama? Apa yang salah dari cara kita berinformasi di media massa? Apa yang salah dari gaya hidup kita? Dsb

#kamitidaktakut jangan ditafsirkan sebagai bentuk rasa jumawa tetapi wajib diartikan sebagai hormat kita kepada Tuhan, bahwasannya kita semua adalah makhluk lemah dan sangat kecil di hadapan semua rencana-Nya.

Selamat berakhir pekan. Semoga siapapun yang menjadi korban segera dipulihkan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Bom Thamrin: Keajaiban yang Kita Lupa | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: