Masa Depan Industri Media Massa

Tuesday, January 12th, 2016 - Bisnis Media

Industri media massa menjawab momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN) dengan “kemajuan” yang lebih jauh lagi. Dalam situasi perkembangan teknologi informasi modern seperti sekarang ini, informasi tak lagi bersekat lokal-nasional-regional-global melainkan tanpa batas.

Trans Corp menggandeng CNN dan CNBC. Sebelumnya ada Bloomberg yang bekerja sama dengan IDEA namun rontok. Kabarnya akan ada lagi Al Jazeera. Mungkin nanti ada juga grup media nasional yang bersinergi dengan grup media China, Filipina, atau bahkan Rusia. Apa dasar kerjasama strategis itu? Pikiran baiknya adalah: peluang bisnis dan pasar. Dari situlah uang bisa berputar. Demikian pula dengan pengaruh grup media tersebut untuk membentuk persepsi publik mengenai apa-apa saja yang penting, bagaimana itu menjadi penting, mengapa itu penting, dsb.

Sejumlah kalangan menyebut gejala ini sebagai perkembangan media massa global. Dalam situasi kepemilikan media mainstream di Indonesia yang hanya terpusat pada kurang dari 10 kelompok, yang sebagian besarnya berlatar politik dan bisnis, Indonesia merupakan pasar yang sangat strategis untuk menancapkan modal dan pengaruh global.

Kepemilikan yang kuat terhadap media massa akan menjadi “mata uang” baru untuk melakukan pertukaran dan negosiasi terhadap keputusan-keputusan penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak di negara ini:

– Apakah Blok Masela sebaiknya kilang darat atau terapung?
– Apakah kontrak Freeport diperpanjang?
– Berapa harga saham divestasi Freeport?
– Apakah Lapindo boleh melakukan pengeboran lagi?
– Apakah orang asing boleh memiliki properti di Indonesia?
– Apa saja kemudahan bagi Kawasan Ekonomi Khusus?
– Apa saja kemudahan perizinan yang diberikan untuk pengusaha?
– Bagaimana dana hasil penarikan subsidi dialokasikan?
– Dsb dsb

Tadinya saya berpikir, demokrasi politik akan mendorong demokrasi informasi. Saya pikir, demokrasi politik juga akan menghasilkan kelompok-kelompok baru yang memiliki kredibilitas informasi untuk menyaingi kekuatan kartel informasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Saya kira, kekuatan pinggiran akan memberikan kesetimbangan. Namun, dengan perkembangan terkini industri media massa, saya lihat kekuatan modal justru memainkan peran yang jauh lebih dominan dari era-era sebelumnya.

Saya kira ke depan perdebatannya bukan lagi tentang senjakala wartawan media cetak, amplop, kesejahteraan wartawan, Kode Etik Jurnalistik, dsb; ke depan adalah era komoditas, pengaruh, dan kompetisi. Ke depan bukan era perang media melainkan era negosiasi. Ketika berbagai kepentingan akan semakin menggunakan media massa sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi dan politik.

Ini sekadar corat-coret dan catatan saya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Masa Depan Industri Media Massa | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: