Tentang Sinar Harapan

Friday, January 1st, 2016 - Bisnis Media

Selamat Tahun Baru 2016. Semoga kita semua tetap sehat dan dilindungi Tuhan. Jalan masih panjang, harapan harus tetap menyala.

Pada awal tahun baru ini, saya turut menyatakan simpati karena koran sore legendaris Sinar Harapan menutup operasionalnya. Semoga para jurnalis dan karyawan sukses berkarya di habitat yang baru.

Saya jadi ingat beberapa peristiwa tahun 2009. Ketika itu YLBHI hendak menerbitkan satu majalah dan media online bantuan hukum. Selain kepada Bang August Parengkuan (Kompas), saya juga belajar dari Bang Aristides Katoppo (Sinar Harapan). Keduanya adalah anggota Dewan Pembina YLBHI. Bahkan dummy majalah itu sempat saya bawa bersama pengurus YLBHI saat itu ke rumah Bang Tides di Ragunan malam-malam.

Rencana saat itu, donatur yang akan membiayai operasional awal adalah seorang pemilik Sinar Harapan juga, anggota Dewan Pembina YLBHI juga. Ketika itu memang media internet sedang beranjak tinggal landas. Dan kita berpikir, media online bantuan hukum akan sedikitnya membantu aktivitas kampanye bantuan hukum bagi rakyat miskin. Selain bisa mendapat sumber pemasukan dari iklan. Dompet Dhuafa adalah salah satu yang pernah berkontribusi iklan untuk media online yang namanya Primair Online itu.

Dulu sempat diusulkan mengapa Primair tidak bersinergi saja dengan Sinar Harapan. Mungkin bisa saling menguntungkan. Tapi rencana itu tidak pernah ditindaklanjuti. Sampai pada akhirnya Primair juga menutup operasionalnya pada Juli 2011 dengan alasan likuiditas dan perbedaan orientasi pengurus.

Namanya dunia bisnis media tentu mengalami pasang surut. Uang tak mudah didapat. Tapi kerja keras harus jalan terus. Dari pengalaman Primair itu, yang saya dapat paling berharga adalah kenyataan bahwa niat baik dan persahabatan dalam membangun bisnis adalah yang paling utama. Itulah yang dikatakan kepada saya oleh investor Primair saat itu. Bukan duit melainkan persahabatan dan kebersamaan.

Saya yakin betul bahwa investor yang saya kenal itu adalah orang baik dan bertanggung jawab. Beliau akan lakukan hal yang sama baik dan bertanggung jawabnya kepada Sinar Harapan.

Hidup terus bergulir. Semoga Tuhan memandu langkah-langkah kita semua.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Tentang Sinar Harapan | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: