Selamat Ultah KPK, Cegah Korupsi Freeport

Tuesday, December 29th, 2015 - Opini Publik, Rumor

KPK berulang tahun ke-12 pada hari ini. Hadiahnya adalah sebuah gedung baru 16 lantai seluas 8.663 meter persegi di Kuningan, Jakarta. Pembangunannya sejak 29 November 2013 dan memakan uang APBN Rp315.15 miliar. Presiden Jokowi minta KPK semakin independen dalam melaksanakan fungsi dan wewenangnya.

Rupanya impian KPK memiliki kantor sendiri tercapai juga. Sejak berkantor sementara di Veteran hingga di Kuningan sekarang ini, KPK telah mengail simpati masyarakat terutama dengan beragam aksi tangkap tangan. Kabarnya, dengan komposisi pimpinan baru saat ini yang relatif “bersahabat”, KPK akan lebih mengedepankan pencegahan. Plus, saya dengar-dengar dari beberapa sumber, gedung baru KPK dengan pimpinan barunya ini sekaligus akan menjauhkan pimpinan KPK dengan para aktivis antikorupsi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sahabat pimpinan.

Lalu pertanyaannya, pimpinan KPK saat ini akan lebih dekat dengan siapa? Dengan Polri-kah? Diakui atau tidak, suka atau tidak suka, aksi-aksi KPK sedikit banyak dipengaruhi oleh lingkaran dekat para pimpinannya. Dalam menggali informasi maupun menentukan taktik penegakan hukum, pimpinan KPK tak terlepas dari lingkungan terdekat tempat mereka berinteraksi.

Ada anggapan juga dari beberapa kawan, gedung baru KPK secara tersirat ingin memberikan pesan bahwa kehadiran KPK akan dilestarikan. Tapi, dilestarikan seperti apa? KPK akan tetap dipertahankan untuk memenuhi harapan publik (ketimbang dibubarkan sama sekali dengan risiko dicerca seluruh Indonesia) namun dengan kewenangan yang disesuaikan dengan politik hukum yang mempengaruhi proses revisi UU KPK, KUHAP, dan KUHP. KPK akan semakin “tertib”.

Betul bahwa KPK harus menegakkan hukum dengan cara yang tidak melanggar hukum. Ini kan yang selama ini menjadi kritikan dari banyak kalangan terhadap KPK? KPK juga harus menegakkan hukum dengan cara-cara berhukum yang benar, bukan mengandalkan pembentukan opini publik semata. Ini juga kan yang menjadi catatan “lawan”?

Ke depan, saya pikir trendnya adalah kejahatan korupsi korporasi. Pelindo II, Bank Century, dan sekuritas-sekuritas yang banyak terseret kasus korupsi/pencucian uang, dan sejenisnya adalah santapan dan tantangan KPK ke depan. Meskipun, saya agak kecewa juga dengan seorang jaksa KPK yang terkesan pasrah ketika berkata, “Sekuritas itu kan tidak tahu bahwa duitnya hasil korupsi.” Padahal belum ada pertimbangan dan putusan pengadilan yang sepasrah itu.

Tapi, biarlah kita lihat ke depannya bagaimana KPK yang baru ini merespons situasi-situasi semacam itu.

Lantas jika ingin mengedepankan pencegahan, ada baiknya menjadikan kasus Freeport sebagai sasaran. Ada kesempatan terbuka lebar bagi para penyelenggara negara melakukan korupsi di situ. Ada demand dari Freeport Indonesia yang membutuhkan perpanjangan izin ekspor dan kontrak karya, pembangunan smelter, dsb. Itu semua adalah hal-hal yang fundamental bagi bisnis Freeport yang 90-an% emasnya berasal dari Papua. Bukan tidak mungkin para pejabat negeri ini tergoda “duit-duit kecil” untuk memainkan demand itu.

Terakhir, selamat ultah KPK. Teruskan berantas korupsi dengan adil.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Selamat Ultah KPK, Cegah Korupsi Freeport | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: