Jurnalisme Long Weekend

Friday, December 25th, 2015 - Dapur Berita

Selamat Hari Natal 2015 untuk pembaca yang merayakan. Selamat Hari Maulid Nabi bagi pembaca muslim. Selamat bergembira dan berkumpul bersama keluarga pada libur akhir pekan yang panjang ini. Semoga selalu sehat, bahagia, dan sejahtera.

Tapi kelihatannya wartawan-wartawan di negeri ini tidak libur. Berita-berita masih segencar hari biasa dengan beragam topik. Pertama, tentu kita harus bersyukur dan mengapresiasi petugas keamanan negeri ini bahwasannya perayaan Natal dan Maulid Nabi berlangsung aman tanpa bom. Masyarakat bisa menjalankan liburan dengan tenteram.

Namun, topik tentang macet dan reshuffle kabinet justru naik pada liburan kali ini. Kemacetan sepanjang dua hari terakhir di daerah luar Jakarta begitu menggila. Ada berita Jakarta-Bandung ditempuh 16 jam! Lebak Bulus-Cikarang Barat 9 jam! Sementara itu topik tentang reshuffle kabinet begitu gencar. Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jaksa Agung, adalah sasaran isu reshuffle yang diprediksi bakal terjadi bulan depan. Soal reshuffle ini, Partai Amanat Nasional (PAN) adalah yang meramaikan jagat pemberitaan sepanjang Maulid dan Natal ini.

Ya, begitulah dunia jurnalistik. Berita tidak turun dari langit begitu saja. Ada kreasi di sana, tak sekadar mengumpulkan dan agregasi sana-sini. Bisa terbayang kerja di ruang redaksi yang tidak hanya harus meliput peristiwa tetapi juga mengembangkan topik dan riset sana-sini. Apalagi menjelang akhir tahun, media-media biasanya menurunkan laporan akhir tahun berdasarkan topik-topik.

Terkait kemacetan, pengembangan topiknya lumayan sulit. Ada beberapa media yang mewacanakan gugatan terhadap kemacetan jalanan lewat mekanisme gugatan warga negara (citizen lawsuit). Ini bukan hal baru karena dua tahun lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pernah dilakukan oleh dua orang advokat yang menjadi penggugat. Pihak tergugat adalah Presiden RI, Gubernur DKI Jakarta, dan 10 parpol di DKI Jakarta. Penggugat meminta dikeluarkan kebijakan untuk mengatasi kemacetan Jakarta dengan cara antara lain menambah jumlah angkutan umum, menaikkan pajak kendaraan, menaikkan tarif parkir, sterilisasi parkir liar, melarang PKL berjualan di pinggir jalan/trotoar, pembatasan kendaraan berdasarkan usia, moratorium kendaraan baru di Jabodetabek.

Hasilnya: gugatan ditolak!

Soal reshuffle, ini bakal bergulir terus kelihatannya. Topik semacam ini kental nuansa sponsornya. Jadi bakal mengemuka terus sampai keputusan reshuffle terjadi. Entah siapa saja yang bakal direshuffle, belum ada kepastian, masih spekulasi.

Kita lihat saja perkembangannya.

Salam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Jurnalisme Long Weekend | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: