Mataharimall.com dan Lippo Group yang Jor-joran

Thursday, September 10th, 2015 - Bisnis Media

Tepat pada hari ketika Jokowi mengumumkan paket kebijakan untuk memberikan rangsangan pertumbuhan ekonomi, kemarin, ramai juga berita tentang Lippo Group yang berinvestasi sebesar US$500 juta (setara Rp7,1 triliun) bagi situs e-commerce Mataharimall.com. Sekitar April lalu, Mataharimall.com dan Lippo Group ini juga mengantongi dana tahap I dari Credit Suisse dan Bank of America Merrill Lynch senilai US$200 juta (Rp2,8 triliun) untuk pengembangan usaha. Advisor Lippo saat itu adalah Rotschild.

Apa yang akan mereka kejar adalah target penjualan US$1 miliar pada tahun ini alias setara Rp14 triliun dan menjadi Alibaba-nya Indonesia! Lezat sekali ya bisnis Mataharimall.com dan Lippo Group ini.

Momen berita yang saling bersamaan itu bisa jadi telah diperhitungkan sebagai strategi Mataharimall.com yang sudah online sejak beberapa bulan lalu itu. Secara politik, rumor-rumor berkembang saat ini bahwa Lippo memiliki kedekatan yang lebih dengan pemerintahan Jokowi dibandingkan dengan konglomerasi lainnya di Indonesia. Beberapa waktu lalu, pendiri Lippo, Mochtar Riady, dan menantunya Dato Sri Tahir (pendiri Mayapada group) mendapatkan bintang jasa utama dari Jokowi. Saya dengar, Mataharimall ini di-handle langsung oleh salah seorang penerus generasi Riady yang relatif muda, yang amat sangat berminat pada bisnis online.

Janji pemerintahan Jokowi untuk melakukan deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum demi kepastian usaha yang berkaitan dengan industri nasional, bisa jadi juga akan diberlakukan bagi para pebisnis online, yang sampai saat ini belum diatur secara spesifik termasuk aspek perpajakannya. Ini tentu berita bagus jika benar-benar ada regulasi yang pasti dan berkeadilan dalam bisnis online.

Perhitungan Mataharimall.com untuk berinvestasi besar dalam bisnis ini bisa jadi ada kaitannya dengan bisnis retail grup Lippo, Matahari, yang sudah eksis bertahun-tahun. Pimpinan mataharimall.com seperti dilansir media, menyatakan dalam 5-10 tahun ke depan, bisnis belanja online bisa tumbuh 15-20 kali lipat. Saat ini, bisnis retail online baru mendapatkan porsi 1% atau setara Rp1,3 triliun dari total retail nasional yang mencapai Rp130 triliun. Ini peluang yang menggiurkan bagi para pelaku bisnis online tentunya.

Dengan demikian, Mataharimall.com ini bermaksud mendapatkan kue sekitar 10% dari total bisnis retail.

*

Ini kali saya enggan untuk bermasai-masai tentang kaitan politik dalam bisnis online. Hanya saja, masyarakat luas perlu diingatkan tentang betapa perubahan dalam dunia online ini tengah dan akan terus terjadi dengan cepat. Kapital yang berputar dalam bisnis ini terus menggelembung. Grup-grup bisnis besar di Indonesia seperti Djarum, Lippo, dan EMTEK (yang beli bukalapak) telah bergumul dalam bisnis ini, yang cakupannya adalah TMT (Technology, Media, Telecommunication). Belum lagi penetrasi modal asing yang makin menggeliat masuk ke Indonesia. Gojek salah satunya.

Saya ingat, sewaktu masih menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sebuah diskusi di komunitas wartawan, saya mengatakan kepada Ibu Mary Elka Pangestu tentang bagaimana respons dan kesiapan pemerintah untuk menghadapi era ekonomi kreatif dunia internet. Dia merespons baik dengan mengajak saya berdiskusi ke kantornya. Sayang, waktu itu nasib belum berhasil mempertemukan kami.

Jadi, ada baiknya mulai sekarang, sesegera mungkin, anak-anak bangsa ini menyatukan seluruh energi kreatif yang dimiliki untuk memanfaatkan besarnya peluang bisnis online ini. Ketika bapak-bapak dan ibu-ibu pejabat dan politisi sibuk melakukan konsolidasi politik, sebaiknya kita jangan ikut larut dalam ribut-ribut tidak mutu tersebut. Lebih baik mulai menciptakan karya kreatif baik di bidang belanja online, media online, aplikasi seperti game, dsb. Kelak itu akan lebih bermanfaat.

Memang, harus diakui, di sisi lain rumus kapitalisme masih berlaku. Siapa sanggup banyak-banyakkan kapital, dia yang menang. Mungkin begitu. Diciptakan oleh anak bangsa, kemudian diakuisisi oleh orang luar atau konglomerat lokal. Ya, begitulah bisnis berjalan. Tapi sebaiknya kita lupakan itu dulu, jangan menyerah sebelum bertanding. Kerja keras, kejujuran, dan kreatifitas adalah yang utama. Nikmati hasilnya kelak.

May God guide our step.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Mataharimall.com dan Lippo Group yang Jor-joran | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: