Kuasa Asing Membelit Kita

Tuesday, August 18th, 2015 - Opini Publik

Ini data yang diluncurkan akhir Juli lalu. Porsi kepemilikan saham asing dibanding investor lokal (perorangan maupun institusi) di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk di perusahaan-perusahaan BUMN yang sudah go public, adalah 64%:36%. Nilainya, Rp1.750 triliun/US$130 miliar (asing) vs Rp990 triliun/US$73 miliar (lokal).

Lihat Malaysia dan Thailand. Perbandingannya 74% (lokal):26% (asing). Nilainya, Malaysia: US$103 miliar (asing) vs US$328 miliar (lokal). Thailand, US$96 miliar (asing) vs US$300 miliar (lokal).

Jadi jelas, kalau asing bermimpi buruk, kenyataannya kita yang tanggung. Asing batuk, kita di-opname.
Kalau kantong duitnya sudah dikuasai, bagaimana tinggal menguasai “kepala dan perasaan”. Lewat media massa! Belum ada data persis berapa porsi kepemilikan asing dalam saham-saham perusahaan media massa di Indonesia. Cuma, gejala-gejalanya bisa disimak. Dan merangsek makin kuat.

Korespondensi kemarin antara saya dan mantan Panglima TNI soal data bahwa 80% media online dibentuk oleh LSM.

LSM diduga kuat “hidup” dari donor asing. Dengan logika silogisme, berarti? Isi sendiri.

Tapi fakta ini semua jangan bikin kita jadi xenophobic, membenci secara irasional segala sesuatu yang berbau asing. Justru kita harus makin tertantang berkarya, membuat sesuatu. Biar apa? Biar dibeli asing lagi karya kita. Hahahaha. Bercanda. Bukan.

Kita harus bersatu. Rebut lagi apa yang mereka sudah rebut dari kita.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Kuasa Asing Membelit Kita | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: