Bisnis Mengemas Indera dan Berita

Tuesday, August 4th, 2015 - Bisnis Media

Apa mau dikata. Beginilah (sebagian) faktanya. Siapa menguasai panca indera (mata, telinga, hidung, kulit, mulut), dialah juara pilkada. Mata dirangsang untuk menatap yang indah-indah; telinga mendengar yang merdu-merdu; hidung membaui yang wangi-wangi; kulit merasakan yang lembut-lembut; mulut bersuara yang “manis-manis”.

Ini kisah yang saya dengar langsung dari beberapa kenalan kepala daerah yang sukses jadi kampiun. Visi-misi nanti dulu lah. Yang penting untuk dibicarakan adalah bagaimana merangsang panca indera massa. Alhasil, gagasan foto bersama konstituen – satu per satu – saat kampanye adalah hal yang sangat penting.

Tapi ada yang konon jauh lebih penting, berdasarkan pengalaman-pengalaman para pembius massa: bau. Indera pencium katanya lebih memiliki rangsangan yang kuat yang mendorong pemilih untuk menentukan pilihan politiknya. Ada-ada saja. Makanya pemilihan parfum – dan bukan minyak sinyong-nyong- adalah koentji revolutie.

Sugesti, sugesti, dan sugesti. Ingat dong, bagaimana di film Focus, Sympathy for the Devil-nya Rolling Stones jadi “alat” sugesti Will Smith untuk memenangkan taruhan. Berapa kata hu-uh dalam lagu itu?

Mungkin, bisa diprediksi, bisnis mengemas panca indera bisa jadi lebih menguntungkan ketimbang bisnis survei. Keuntungannya bisa serentak. Sama seperti pilkadanya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Bisnis Mengemas Indera dan Berita | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: