Gebrakan Menpora: Semangat Boleh, Logika Kurang

Tuesday, May 26th, 2015 - Opini Publik

Mafia bola harus diberantas, yes. Timnas harus juara sampai level dunia, double yes. Jangan ada korupsi di bola, yes. Pembinaan usia dini (kalau perlu sedini mungkin direkayasa genetik dari rahim, dicangkok gen-nya Lionel Messi), yes. Stadion nyaman, bagus, dan banyak, yes. Tapi apa daya, revolusi bola ala Menpora Imam Nahrawi dan revolusi public relation model Gatot Dewa Broto harus kandas karena hal yang sangat mendasar: ketelitian dan logika.

Saya tidak habis pikir dengan argumen Menpora dalam perkara PTUN Jakarta ini. Bagaimana bisa berargumen bahwa kalau SK Menpora yang membekukan PSSI ditunda pelaksanaannya maka persiapan Timnas U23 menghadapi SEA Games 2015 menjadi tertunda dan mengganggu kepentingan nasional. Di mana logikanya barang model begini. Terang sekali bahwa Timnas U23 tetap latihan ada atau tidak ada SK itu selama ini. Dan dengan logika terbalik, jika SK Menpora itu tidak ditunda pelaksanaannya pun, justru persiapan Timnas U23 yang tertunda karena PSSI lah yang membawahi Timnas. Argumen seperti ini tentu mudah dipatahkan. Dan bisa diprediksi, kemungkinan besar (80%) SK Menpora akan dibatalkan oleh PTUN Jakarta pada sidang putusan dua pekan lagi.

Makanya, saya pikir, membenahi bola ini jangan kebanyakan main opini. Jangan terlalu banyak bicara dan broadcast message sana-sini. Lebih baik Menpora dkk rajin-rajin diskusi dengan orang-orang LBH untuk secara teliti merumuskan argumen yang logis. Ketidaktelitian dan sesat logika dalam perkara semacam ini jelas-jelas tak bisa lagi ditoleransi. Tak bisa pula diselesaikan oleh pendiri Kaskus dan mantan Danjen Koppasus sekalipun.

Prediksi saya begini: PSSI akan jalan lagi. Musim bakal bergulir kembali. Pemain, pelatih, asongan bisa kerja lagi. Timnas akan main lagi. Tapi prestasi, ya kita tunda lagi keberlakuan kita untuk berharap banyak.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Gebrakan Menpora: Semangat Boleh, Logika Kurang | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: