Tiga Tuduhan Berat “Sang Pembunuh”

Tuesday, February 17th, 2015 - Opini Publik

Sedikit berbagi fragmen yang memukau sekali tentang keadilan. Nikmat disantap sekarang, ketika hukum dan politik bikin penat negara ini. Cuplikan ini saya ambil dari “Max Havelaar” karya Multatuli yang terbit pertama kali tahun 1868 (versi Bahasa Indonesia Mei 2014 oleh Penerbit Qanita, Mizan Pustaka).

Semoga bermanfaat.

POLISI:
Tuanku, inilah lelaki yang membunuh Bethsy.

HAKIM:
Dia harus digantung. Bagaimana cara dia melakukannya?

POLISI:
Dia mencincang dan menggarami tubuh Bethsy.

HAKIM:
Dia penjahat besar. Dia harus digantung.

LOTHARIO:
Tuanku, saya tidak membunuh Bethsy; saya memberinya makanan, pakaian, dan merawatnya. Saya bisa memanggil saksi-saksi yang akan membuktikan bahwa saya lelaki baik, dan bukan pembunuh.

HAKIM:
Kau harus digantung. Kau memperparah kejahatanmu dengan kesombongan. Tidaklah pantas bagi seseorang yang … dituduh bersalah untuk menganggap dirinya orang baik.

LOTHARIO:
Tapi, Tuanku … ada saksi-saksi yang bisa membuktikannya; dan karena saya dituduh membunuh …

HAKIM:
Kau harus digantung. Kau mencincang Bethsy — kau menggarami potongan-potongan tubuhnya — dan kau merasa puas dengan perbuatanmu — tiga tuduhan berat — siapakah kau, wahai perempuan?

PEREMPUAN:
Saya Bethsy.

LOTHARIO:
Syukurlah! Lihat, Tuanku, saya tidak membunuhnya.

HAKIM:
Hmh! — ya — begitu! Bagaimana dengan penggaramannya?

BETHSY:
Tidak, Tuanku, dia tidak menggarami saya. Sebaliknya, dia melakukan banyak hal untuk saya. Dia lelaki terhormat.

LOTHARIO:
Anda mendengar sendiri, Tuanku, dia mengatakan saya lelaki jujur.

HAKIM:
Huh! Tuduhan ketiga masih berlaku. Bawa pergi tawanan ini! Dia harus digantung; dia bersalah karena kesombongannya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Tiga Tuduhan Berat “Sang Pembunuh” | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: