Tuhan Bersama Mereka yang Bergembira selama 10 Ribu Jam

Tuesday, December 17th, 2013 - Opini Publik

Fans bola di Argentina merindukan apa yang mereka sebut pibe, sosok pemain impian yang ada di setiap benak fans Argentina sejak 1920-an. Pibe berlatih bola di potrero, sebutan untuk daerah urban yang keras dimana hanya mereka yang jago menguasai bola akan tetap menguasai bola selamanya. Dari situlah muncul istilah la nuestra, gaya bermain bola yang penuh kegembiraan, penuh kreativitas, yang muncul bagai imajinasi anak-anak. Agaknya Maradona dan Lionel Messi mendekati sosok pibe itu.

Cerita itu saya baca dari Soccer Men-nya Simon Kuper, wartawan yang mendapatkan banyak penjelasan tentang sosiologi sepakbola Argentina dari sosiolog bernama Eduardo Archetti.

Tiga penampilan buruk timnas melawan Kamboja, Thailand, dan Timor Leste digambarkan oleh banyak pihak sebagai penampilan timnas yang miskin kreativitas, lemah semangat, dan individualistis. Ini karakter tim yang ’tua’, tim yang tidak bergembira, tim yang tanpa nyanyian riang di ruang ganti. Berbeda dengan yang ditunjukkan saat melawan Myanmar, ketika mereka kembali menjadi anak-anak yang riang dan bersemangat (Sang kapten Ramdani Lestaluhu memimpin tim dengan mantap, rileks, tapi kuat. Dia kembali menjadi seperti anak muda biasa saja–bukan pemain timnas Garuda–yang bermain futsal di tempat umum. Ketika merayakan gol Alfin, dia meminta semua rekannya bersujud. “Supaya tidak lupa diri,” katanya).

Ya, gembira, muda, dan kreatif. Itu poinnya. Dan berlatih. Sebab, ada satu penelitian tentang sepakbola yang menyebutkan bintang sepakbola adalah mereka yang rata-rata telah berlatih keras selama setidaknya 10 ribu jam. Bukan hanya bintang sepakbola, rupanya, melainkan siapapun dalam suatu profesi yang diemban setidaknya harus berlatih selama 10 ribu jam untuk menjadi bintang dalam kariernya masing-masing. Tentu saja semua harus dilakukan dengan gembira, penuh doa.

Tuhan bersama siapapun yang gembira selama 10 ribu jam itu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Tuhan Bersama Mereka yang Bergembira selama 10 Ribu Jam | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: