Bersama Kang Mulyana W. Kusumah ketika Bisnis Terpuruk

Sunday, December 1st, 2013 - Dapur Berita

Pertengahan 2012 (seingat saya Juni), saya berjumpa Kang Mulyana di Lao Tze. Ada Bang Hariman Siregar juga di sana. Senang hati saya bertemu dua senior dan kawan-kawan aktivis sembari berdiskusi tentang kasus Nazarudin.

Yang saya ingat, Kang Mulyana berbicara dalam diskusi itu begini: “Tapi, Gus, apakah uang-uang dari perusahaan-perusahaan itu bisa serta merta dikategorikan korupsi? Bukankah itu bisnis?”

Waktu berlalu, saya tak pernah lagi bertemu Kang Mulyana.

Pertengahan 2013, saat Gresnews.com kesulitan bahan berita karena reporter lapangan menyusut jumlahnya dan gempuran persoalan lainnya, saya bertemu Kang Mulyana kembali, via email [email protected] Beliau sebagai Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies (7SS). Kang Mulyana menulis tentang isu politik dan kriminal. Tentang Holly, koalisi capres, KPU, Lemsaneg, granat Cirendeu, dan sebagainya.

Saya seperti dikuliahi beliau yang memang cerdas dan luas wawasannya. Saya pun mengunggahnya sebagai artikel di Gresnews.com.

Kang Mulyana terakhir mengirimkan tulisan pada 22 Oktober 2013. Judulnya: Survei Bisa Direkayasa. Kutipan awal tulisannya adalah: “Survei opini publik atau opinion poll memiliki potensi ketidakakuratan (potential for inaccuracy ), yang biasanya tercermin dalam tingkat margin of error. Dapat juga terjadi, apa yang dikenal sebagai non-response bias, bias dalam pemilihan sampel yang tak representatif.”

Kang Mulyana orang hebat. Beliau mantan direktur di YLBHI, yang saya banyak belajar dari berbagai sumber tentang beliau, ketika saya menjadi direktur publikasi dan pendidikan publik YLBHI 2007-2009.

Hari ini saya mendapat kabar beliau meninggal dunia. Tuhan akan melapangkan jalan untuk beliau. Selamat jalan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Bersama Kang Mulyana W. Kusumah ketika Bisnis Terpuruk | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: