Artidjo Alkostar dan Dokter yang Selamatkan Banyak Nyawa

Friday, November 29th, 2013 - Opini Publik

Bagi yang teliti membaca berkas perkara dr. Ayu tentu tidak akan terjerumus dalam debat yang tidak perlu dan menghadap-hadapkan antara profesi dokter dan pasien/masyarakat umum. Putusan hakim kasasi yang dipimpin Artidjo Alkostar, menurut saya, telah memperlihatkan aspek keadilan-dalam pengertian yang setinggi-tingginya-untuk melindungi hak pasien dan kehormatan profesi dokter.

Ada 4 pertimbangan mengapa Artidjo cs menghukum dr. Ayu dkk 10 bulan penjara, yaitu:

– Judex Facti salah menerapkan hukum, karena tidak mempertimbangkan dengan benar hal-hal yang relevan secara yuridis, yaitu berdasarkan hasil rekam medik No. No. 041969 yang telah dibaca oleh saksi ahli dr. Erwin Gidion Kristanto, SH. Sp.F. Bahwa pada saat korban masuk RSU (Rumah Sakit Umum) Prof. R. D. Kandou Manado, keadaan umum korban adalah lemah dan status penyakit korban adalah berat

– Para terdakwa, sebelum melakukan operasi cito secsio sesaria terhadap korban tanpa menyampaikan kepada pihak keluarga tentang kemungkinan yang dapat terjadi terhadap diri korban.

– Perbuatan para terdakwa melakukan operasi terhadap korban Siska Makatey yang terjadinya emboli udara yang masuk ke dalam bilik kanan jantung. Sehingga menghambat darah masuk ke paru-paru kemudian terjadi kegagalan fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung

– Perbuatan para terdakwa mempunyai hubungan kausal dengan meninggalnya korban Siska Makatey sesuai Surat Keterangan dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R. D. Kandou Manado No. 61/VER/IKF/FK/K/VI/2010, tanggal 26 April 2010.

Ada satu hal yang memberatkan yakni, “Sifat dari perbuatan para terdakwa itu sendiri yang mengakibatkan korban meninggal dunia.”

Sedangkan hal-hal yang meringankan, para terdakwa sedang menempuh pendidikan pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Sam Ratulangi Manado; dan para terdakwa belum pernah dihukum.

Itu inti putusan kasasi, yang masih bisa dilakukan lagi upaya hukum PK meski tidak menunda eksekusi.

Jadi, argumen yang menyatakan putusan perkara dr. Ayu ini akan membuat para dokter takut mengambil tindakan dan karenanya akan merugikan pasien sendiri adalah tidak berdasar dan terlalu menggeneralisir. Justru, putusan kasasi ini sebenarnya memuliakan profesi dokter dan secara konkret memberikan dasar bagi perlindungan pasien.

Pendeknya, hanya dokter yang tidak memperhatikan rekam medik dan tanpa memberi tahu pihak keluarga pasien tentang kemungkinan/risiko terburuk bagi pasien sehingga menyebabkan pasien meninggal dunia saat dioperasi-lah yang layak dihukum, bukan semua dokter!

Bayangkan, apa jadinya jika tak ada putusan ini. Dokter bisa mengabaikan rekam medik, tak usah beritahu risiko kepada keluarga pasien, dan langsung mengoperasi pasien, yang sangat potensial menyebabkan kematian.

Sebagai hakim, Artidjo cs ini sudah menyelamatkan banyak nyawa juga. Sama seperti banyak dokter di negeri ini yang mulia, baik, dan tentunya tidak mengabaikan rekam medik dan sebagainya itu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Artidjo Alkostar dan Dokter yang Selamatkan Banyak Nyawa | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: