Trik Logika Pak Prabowo Subianto

Monday, November 11th, 2013 - Opini Publik

Prabowo Subianto bilang mereka yang masih mau mencalonkan diri sebagai presiden agar dikirim ke psikiater. Mungkin Prabowo ingin berkata para capres, termasuk dia, tergolong orang gila. Indonesia negeri bertumpuk perkara tapi masih ada yang berebut ingin memimpin. Lalu dia melompat ke ranah promosi. Menurutnya ada empat masalah pokok negeri ini: menipisnya sumber daya energi, pemerintahan yang korup dan tidak efektif, ledakan populasi penduduk, dan struktur ekonomi yang tidak seimbang. Dia mengklaim paling memiliki rencana besar untuk Indonesia dan siap memimpin.

Menurut saya, pernyataan bekas Danjen Koppasus itu adalah trik logika yang cerdas. Tak cermat melumat, bisa terjerumus cara kita berpikir dan menganggap Prabowo adalah pemimpin ’gila’ alternatif yang mendobrak sekat formalitas untuk membawa rakyat kepada kemakmuran ala satria piningit. Prabowo dan timnya yang digawangi anak muda lulusan luar negeri dan ahli intelijen termasuk yang paling konsisten untuk menanamkan dalam benak publik bahwa Prabowo dan partainya berasosiasi dengan kemakmuran ekonomi rakyat dan kepemimpinan yang kuat. Dalam berbagai kesempatan dan lewat berbagai media, sadar atau tidak, begitulah mereka memermak sang jenderal. Itulah salah satu upaya menghapus memori publik bahwa Prabowo berasosiasi dengan kejahatan semacam penculikan/pelanggaran HAM ala diktator.

Saya kira di titik ini publik-terutama media-harus menyadari bahwa medan bertempur saat ini adalah di ranah ingatan/memori. Dan saya rasa, soal imajinasi dan memori, cara berpikir anak-anaklah yang terbaik. Berpikir bak anak-anak memungkinkan kita bebas dari perangkap opini, berimajinasi seliar mungkin, membangkitkan ingatan sedalam mungkin, mengasosiasikan diri pada berbagai alternatif, dan tak cepat berkesimpulan karena sejumlah pertanyaan yang tak tuntas dijawab.

10 tahun lebih gerakan payung hitam Kamisan merupakan salah satu upaya membangkitkan asosiasi dalam benak kita bahwa sang jenderal masih ada utang perkara HAM. Saya pribadi juga punya ingatan, jeep hitam di departemen pertanian adalah tanda Prabowo berhasrat membeli 50 ribu ton lelang gula ilegal; teh poci China mantan korban penculikan yang kini jadi sekondan sang jenderal; pertanyaan apakah pengusiran orang Cina adalah perintah lisan beliau, apa yang dilakukannya selama dua tahun di Yordania atau apakah betul ia ke Yordania; apakah ia dan kakaknya juga tahu dan terlibat yang namanya mafia migas?; rivalitasnya dengan SBY sejak di Akabri karena ia menggaet putri presiden sedangkan SBY ’hanya’ menggaet putri pensiunan jenderal; mengapa ia di Hambalang; siapa saja perempuan di sekitarnya; dsb.

Saya kira saudara-saudara punya ingatan yang jauh lebih banyak dari saya tentang Prabowo ketimbang berpikir bahwa ia adalah calon pemimpin alternatif yang berkerakyatan seperti yang diinginkan oleh para konsultan yang bersangkutan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Trik Logika Pak Prabowo Subianto | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: