Bahasa Vicky Prasetyo Mengalihkan Isu Kriminal

Saturday, September 14th, 2013 - Opini Publik

Soal Vicky Prasetyo ini saya pikir soal yang serius. Umur 23 tahun dia sudah bisa ‘mengolah’ perdamaian kasus tanah 3.500-an meter (nilainya lebih dari Rp1 miliar) yang perkaranya sebetulnya sudah inkracht pada 1994 (waktu dia umur 11 tahun). Berstatus sebagai Ketua LSM Rakyat Bekasi, dia ‘goreng’ surat kuasa palsu itu dan cair sampai Rp250 juta.

Umur 26-29, dia maju penyidikan hingga pengadilan sampai kasasi, sendiri, tanpa pengacara. Dia buatlah segala pembelaan, memori banding, memori kasasi, dsb itu atas nama dia sendiri. Ini contoh bahasa alasan kasasi dia: putusan tidak mencerminkan kebenaran sejati, keadilan, dan kepastian hukum.

Bahkan, Vicky ini sempat melaporkan anak salah satu ahli waris ke Polres Bekasi karena Vicky merasa surat kuasa itu diserahkan oleh anak ahli waris itu, bukan dia yang buat, apalagi si anak itu sudah terima Rp100 juta.

Saat DPO, dia maju jadi calon kades (2012).

Umur 29-30 tahun juga, masih DPO, namanya berganti dari Hendrianto menjadi Vicky Prasetyo, dan menjadi tunangan artis dangdut. Disorot TV pula.

Terlepas darimana dan bagaimana caranya dia berkelit, menulis pembelaan, berpolitik, dsb itu, harus diakui anak ini otaknya jalan juga.

Di penjara, sepertinya anak ini bakal belajar dan akan semakin piawai sebagai ‘pemain’.

Selain merusak kaidah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, persoalan utama Vicky adalah kriminal. Jika nanti dia melakukan kejahatan lagi, kita cap dia sebagai residivis.

Mari kita didik anak-anak kita dengan berkata, “Nak, orang yang sering di TV dan bilang ‘kontroversi hati’ itu adalah seorang penjahat.”

Lalu matikan televisi Anda.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Bahasa Vicky Prasetyo Mengalihkan Isu Kriminal | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: