Perut, Tanah, Uang dan Lurah Susan

Saturday, August 24th, 2013 - Opini Publik

Menurut saya, masalah utama Lurah Susan (Lenteng Agung, Jagakarsa) bukanlah karena dia Kristen dan perempuan. Tidak sesederhana itu dasar penolakan 16% KK terhadap Susan yang diajukan ke Balai Kota.

Sebagai warga wilayah yang se-kecamatan dengan Lenteng Agung, masalah kepentingan sedikit orang yang terganggu dengan Lurah hasil lelang jabatan itulah, pokok persoalannya.

Bank Indonesia mencatat, wilayah Jagakarsa adalah wilayah dengan tingkat kenaikan harga properti segmen menengah yang tertinggi di Jakarta (2013). Harga tanah bakal melonjak lebih tinggi lagi untuk Lenteng Agung karena letaknya yang berbatasan dengan proyek Tol Depok-Antasari, menjadikan LA semakin strategis sebagai daerah yang dikepung akses jalan tol. Apartemen bakal lebih menjamur dengan adanya LA City, yang belum lama ini juga ditolak oleh warga LA.

Jumlah sengketa tanah, terutama waris, di LA, menurut kawan lawyer, termasuk yang tertinggi. Belum lagi urusan tanah sengketa lain yang kerap digocek para “cacing” membutuhkan “bantuan” birokrat korup kelas kelurahan.

Sudahlah, ini urusan kembali ke persoalan purba: perut, tanah, uang. Gak ada urusan dengan agama.

Justru kalau Susan berani main-main dengan “cacing-cacing”, mau agama apapun ya kita dorong ke bui saja.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komentar

Perut, Tanah, Uang dan Lurah Susan | Agustinus Edy Kristianto | 4.5
error: